STISIP Muhammadiyah Sidrap Fokus Tingkatkan Kualitas Mahasiswa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 09 September 2014 21:27 WIB

Sidrap - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Kabupaten Sidrap menyelenggarakan bedah buku di Auditorium STISIP (8/9). Bedah buku ini bermaksud untuk menambah kesadaran intelektual mahasiswa baru dalam menempuh kuliah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua I STISIP Sidrap, Hariyanti Hamid. Ia mengatakan bahwa dunia kampus adalah dunia intelektual.

"Jika ingin dikatakan mahasiswa, pasti punya ilmu dan pasti berintelektual". Katanya di depan ratusan mahasiwa baru angkatan 2014. Haryanti juga menambahkan bahwa kepekaan intelektual dan mahasiswa harus terus diasah. Hal ini tidak hanya membantu mahasiswa tapi juga kampus "Kalau mahasiswa beprestasi, kan kampusnya juga yang baik namanya", tandasnya.

Dalam bedah buku, Analis Indonesia Institute for Trade and Development, Syamsul Nani menerangkan bahwa perekonomian Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Ekonomi bertumbuh tapi tidak dibarengi dengan tingkat kesejahteraan yang juga meningkat. "Pemerintah kita salah kaprah. Utang melambung tinggi yang membuat defisit anggaran pembangunan. Utang negara ini sudah lebih dari tiga ribu trilliun, bunga utang saja sangat besar, jadi jangan heran jika pembangunan sering tersendat". ungkapnya.

Syamsul juga mengkritik budaya korupsi pemerintah. Menurutnya, para koruptor itulah yang menghabiskan uang negara dan membiarkan masyarakat jatuh di bawah kemiskinan. Di acara yang sama, Fitrah Yunus, penulis buku Ilusi Kedaulatan Ekonomi, mengatakan bahwa masyarakat jangan mau ditipu pemerintah dengan kebijakan yang seolah-olah pro-rakyat.

"Masyarakat selalu dibantu dengan agenda pembangunan yang begitu cemerlang, tapi pada sisi lain masyarakat dan negara yang jadi tumbal. Sekarang, wacana menaikkan harga BBM bergulir lagi, tanpa memertimbangkan upah rakyat yang tidak seimbang dengan kenaikan harga BBM. Yang kena imbasnya pasti rakyat kecil. Anehnya lagi, presiden dan wakil presiden terpilih yang baru yang mengusulkan ke Presiden SBY.", ujar Fitrah yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Hukum dan HAM DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Fitrah juga menjelaskan bahwa Indonesia selalu mendapatkan bantuan dana dari asing, tapi negara tidak pernah mempertimbangkan kepentingan nasional. Pemerintah selalu saja kalah dalam pertemuan-pertemuan internasional dalam hal tawar menawar. Indonesia mendapatkan bantuan tapi seluruh kebijakan terkait ekonomi selalu didikte negara asing.

Sebelumnya, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah Sidrap baru saja mendapatkan akreditasi dari BAN-PT. Kajian intelektual yang berkelanjutan diharapkan dapat terus memperbaiki kualitas perguruan tinggi. (dzar)

Shared:
Shared:
1