MPM Wajo Kembangkan Pupuk Organik Hayati

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 04 September 2014 22:00 WIB
Wajo- Majelis pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan meminta masyarakat petani Kabupaten Wajo dibawah binaan MPM Kabupaten Wajo serius untuk menggarap pertanian dengan menggunakan pupuk organik cair yang bahan baku nya dari unsur tanaman dan tumbuhan dengan proses fermentasi yang diberi nama Pupuk Organik Jayati, demikian disampaikan Husni Yunus, Ketua MPM PWM Sulsel dalam silaturahmi di lokasi binaan di sengkang Wajo, Sabtu ( 29/08/2014). Pengurus MPM Sulsel diterima langsung ketua MPM Wajo, Andi Upo dan Ambo Rappe yang merupakan Wakil Ketua Muhammadiyah Kabupaten Bone, serta sejumlah petani dan fasilitator pertanian.
 
 
Husni Yunus menambahkan, bahwa temuan pupuk organik hayati yang dikembangkan MPM Wajo, hendaknya di kembangkan juga di daerah lain, karena hal tersebut merupakan suatu yang memiliki nilai yang sangat penting untuk para petani dalam meningkatkan perekonomiannnya untuk mencapai kesejahteraan umat. Dalam menghasilkan produk pupuk tersebut, menurut Husni, dilakukan dengan proses yang cukup panjang, yaitu dengan berbagai macam percobaan yang hasilnya sangat luar biasa karena mampu mengembangkan budidaya pertanian, seperti satu butir padi berkembang dengan ratusan anakan, dan selain padi juga dapat digunakan untuk semua tanaman lainnnya.
 
 
Sementara itu, Ambo Upo, Ketua MPM Wajo, yang juga dosen Kopertis Wilayah sembilan mengatakan, pupuk organik tersebut telah di gunakan untuk petani wajo dan bone, dalam pemanfaatannya betul-betul telah berhasil memberikan manfaat yang luar biasa karena mampu meningkatkan penghasilan para petani binaan MPM Muhammadiyah baik di kabupaten Wajo dan Bone. "Dalam pembuatan pupuk tersebut seratus persen bahan bakunya dari unsur tanaman mulai dari pucuk hingga akar tanaman, hal tersebut karena kebutuhan tanaman itu sesungguhnya terdapat dari tanaman itu sendiri, termasuk dalam pengembangan bakteri tanaman, yang semuan bahannya di peroleh dari unsur tanaman itu sendiri. Sebenarnya kalau tanaman itu sehat pasti tidak akan di sentuh oleh hama, dan itulah yang di kembangkan Muhammadiyah dalam pembinaan para petani," tegasnya. (Hus) (mac)
Shared:
Shared:
1