Kader Muhammadiyah Harus Berani Berdiaspora

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 02 September 2014 17:06 WIB

Jakarta - Direktur Utama Lembaga Amil Zakat PP Muhammadiyah, LAZIS Muhmmadiyah, Khoirul Muttaqin, mendorong Mahasiswa Muhammadiyah untuk Berani berdiaspora keluar organisasi. Menurutnya kader jangan hanya sibuk rapat dan sibuk dengan persoalan internal.

"Jangan alergi untuk bergaul dengan organisasi-organisasi lain. Sering-sering berbagi cerita dengan gerakan lain". Ujarnya menutup Program Beasiswa Pelatihan Advokasi Kesehatan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat (29/08).

Khoirul mengamati bahwa selama ini kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tidak dapat melihat realitas kekinian dan membawa organisasi merespon dinamika global yang sangat dinamis.

"Radius pergaulan kader-kader harus lebih jauh, lebih mengglobal. Follow up sangat penting setelah pelatihan advokasi kesehatan ini, kalau bisa, follow up nya mengglobal". Tandasnya.

Khoirul menegaskan juga bahwa IMM itu bagian dari Muhammadiyah. Muhammadiyah harus lebih dikenal dengan pelatihan anti-tembakau. Jika IMM melaksanakan pelatihan anti-tembakau, Muhammadiyah juga akan diketahui konsistensinya mengeluarkan fatwa rokok.

Menurutnya, era kini era inovasi dan kreatifitas. IMM harus menjadi bagian dari ide dan kreatifitas itu, Dengan demikian IMM akan memiliki identitas. "Identitas itu marketing. Tanpa ada marketing IMM susah dikenal. Setiap orang juga harus ada ciri khas dan dapat dimarketing" Paparnya.

Khoirul juga menilai bahwa DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kali ini menunjukkan niat dan kinerja yang baik. "Setelah Lembaga Hukum dan HAM lakukan aksi penggalangan dana untuk korban palestina, langsung disusul dengan penerbitan tabloid kauman, mendelegasi kader-kader ke luar negeri dan pelaksanaan beasiswa pelatihan advokasi kesehatan ini. Ini menunjukkan niat dan kinerja yang positif bagi IMM dan seluruh kader". Katanya.

Ketua Umum DPP IMM, Beni Pramula, juga menyarankan agar kader-kader selalu meningkatkan kualitas diri sebagai kader, kualitas diri akan baik jika kader-kader memperhatikan kesehatan. "DPP IMM sekarang sering memberangkatkan kader keluar negeri dalam agenda-agenda pertukaran pemuda, jika sanggup, punya kapabilitas, kualitas yang mumpuni, pasti DPP akan berangkatkan". Ujarnya.

Direktur Eksekutif LH-HAM DPP IMM, Fitrah Yunus, berharap setelah peserta mengikuti pelatihan advokasi kesehatan ini, peserta mampu menjadi agen anti-rokok di daerah. "Pelatihan ini tidak hanya sampai disini, ini baru langkah awal, tujuan pelatihan ini menciptakan advokat-advokat kesehatan, advokat kesehatan tentu harus mampu mengadvokasi masyarakat terhadap bahaya rokok". Ujarnya.

Sebelumnya, peserta pelatihan advokasi kesehatan mengunjungi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia di Jakarta. Tujuan kunjungan itu untuk mempelajari bagaimana strategi IDI melakukan advokasi kesehatan dan sosialisasi bahaya rokok. Peserta juga diminta untuk mempresentasikan apa tindak lanjut yang akan dilakukan di daerah setelah mengikuti pelatihan dan kesiapannya menjadi relawan pembina kesehatan umum.

Sebagaimana diketahui bahwa Beasiswa Pelatihan Advokasi Kesehatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Hukum dan HAM DPP IMM bekerjasama dengan Indonesia Institute for Social Development dan MPKU PP Muhammadiyah. (El-Fairuz) (dzar)

Shared:
Shared:
1