Wujudkan Kampus Islami, UMJ Gelar Workhshop Kurikulum AIK

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 26 Agustus 2014 17:26 WIB

Jakarta -  Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sebagai kampus yang di miliki persyarikatan Muhammadiyah berupaya mewujudkan identitas  kampus yang islami, dengan menggelar kegiatan workshop Kurikulum Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), yang diikuti 60 peserta terdiri dari para dosen AIK dan pimpinan fakultas bidang akademik, di Aula Gedung Mayatara BNI-UMJ lantai 3, Kamis (21/8)

Workshop ini di buka langsung oleh Rektor UMJ, Masyitoh Chusnan dan dihadiri sekaligus narasumber dari Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Chairil Anwar yang sengaja diundang untuk bisa memberikan informasi dan sosialisasi terkait buku pedoman pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk para dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

A.Kahar Maranjaya, Warek I menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur penting di Universitas Muhammadiyah Jakarta, dengan tujuan kita menemukenali Pedoman AIK dan Kebijakan Kurikulum di Perguruan Tinggi dan mencari solusi dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pendidikan bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta mengharapkan Workhshop ini harus mampu menyempurnakan metode dakwah pendidikan Muhammadiyah di lingkungan UMJ melalui pedoman Pendidikan AIK yang telah di buat oleh Majelis Dikti PP Muhammadiyah. “Kampus UMJ harus menunjukkan karakter kampus yang islami” jelasnya.

Rektor juga menambahkan, ditangan AIK inilah UMJ melaksanakan tugas Amal Usaha Muhammadiyah, hal ini karena Amal Usaha itu didirikan pada awalnya berdasarkan keprihatinan terhadap umat islam yang sangat tertinggal pada masa itu. “sehingga KH. Ahmad Dahlan ingin mengangkat martabat ummat islam melalui gerakan Muhammadiyah menuju cita-cita islam yang berkemajuan. Maka dunia pendidikan adalah salah satu ujung tombak dakwah Muhammadiyah” tambahnya.

pada sesi materi Sosialisasi Pedoman Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Chairil Anwar juga menjelaskan bahwa Visi Pendidikan Muhammadiyah harus diwujudkan pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah yaitu “Terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam ipteks sebagai perwujudan tajdid dakwah amar ma’ruf nahi munkar” jelasnya.

Hal ini di karenakan Pendidikan AIK di PTM memiliki posisi strategis, menjadi ruh penggerak, dan misi utama penyelenggaraan PTM. Pendidikan AIK juga menjadi kekuatan PTM karena dapat menjadi basis kekuatan spiritual, moral dan intelektual serta daya gerak bagi seluruh civitas akademika. Sehingga Pendidikan AIK menjadi kekuatan Perguruan tinggi Muhammadiyah.

AIK menjadi ciri khas dan ghiroh PTM, “ini yang membangun kepercayaan masyarakat kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah” tambah dosen Fakultas MIPA UGM Yogyakarta ini. (iqbal) (dzar)

Shared:
Shared:
1