Ketua Umum Dijadwalkan Khotbah Idul Fitri di Lapangan Oro – oro Parangtritis

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 27 Juli 2014 02:55 WIB

Yogyakarta- Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dijadwalkan untuk menjadi khotib Sholat Idul Fitri 1435 H di lapangan Oro-oro, Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Kretek, Bantul, pada hari Senin (28/7). Disamping Ketua Umum, personil Pimpinan Pusat Muhammadiyah lainnya juga terjadwal mengisi khotbah di berbagai tempat di Indonesia maupun luar negeri.

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, dijadwalkan akan memberikan ceramah Idul Fitri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, sementara itu Ketua PP Muhammadiyah lainnya Syukrianto AR ditugaskan mengisi Khotbah Id di halaman Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Berikut daftar personil PP Muhammadiyah yang mendapat tugas sebagai khotib :

*Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. (Ketua Umum): Lapangan Oro-oro Parangtritis Yogya

*Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua): Plasa Monjali (Monumen Jogja Kembali)

*Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. (Ketua): KBRI Kuala Lumpur

*Drs. H. A. Dahlan Rais (Ketua): Lapangan Kartasura Surakarta

*Drs. H. Sukriyanto AR., M.Hum (Ketua): Kampus 3 Unmuh Malang

*Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. (Sekretsris Umum): Lapangan Ambokembang Pekajangan Pekalongan

*Drs. H. Marpuji Ali, M.SI (Sekretaris): Lapangan Kotabarat Surakarta

Berkaitan dengan ketetapan awal Syawal 1435 Hijriah, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam keterangan pers beberapa waktu lalu mengungkapkan, Muhammadiyah mempunya dasar sendiri dalam menetapkan awal bulan Syawal, termasuk Ramadhan dan Dzulhijjah yakni dengan hisab Wujudul Hilal. Dengan ketetapan tersebut, Muhammadiyah telah mengambil keputusan bahwa 1 Syawal 1435 H, jatuh pada tanggal 28 Juli 2014. Menurut Yunahar, dengan memperhatikan dasar perhitungan pemerintah dalam menentukan awal bulan yang menggunakan hisab Imkanurukyat 2 derajat, maka Yunahar berkeyakinan apabila 1 Syawal kali ini akan ditetapkan bersamaan dengan pemerintah. Hal tersebut dapat terjadi mengingat tinggi hilal saat matahari terbenam  sudah lebih dari dua derajat, yang artinya syarat imkanurukyat yang digunakan pemerintah telah terpenuhi. (mac)

Shared:
Shared:
1