Ramadhan di Sinabung, Pengungsi Ingin Wujudkan TK Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 17 Juli 2014 23:08 WIB

Karo, Kabanjahe - Kegiatan Ramadhan di Sinabung telah berjalan 20 hari. Kegiatan berupa pendampingan pengungsi , khususnya yg berasal dari desa kuta rakyat dan Sukanalu oleh relawan Muhammadiyah di camp Univ Karo Kabanjahe. Pengungsi tersebut sebelumnya mengungsi di Islamic Center Kabanjahe. Kegiatan berupa pendampingan pengelolaan camp, penyiapan buka dan sahur, kegiatan anak-anak seperti TPA, bimbingan membaca Al Qur'an utk dewasa dan lansia, jamaah shalat taraweh serta pelatihan berbagai ketrampilan untuk ibu ibu di pengungsian.

Menurut Sarniyah, tim asistensi MDMC di Kabanjahe, antusiasme ibu-ibu dan anak-anak mengikuti kegiatan cukup besar. "anak-anak senang sekali mengikuti acara buka bersama, sampai ada anak dari pengungsi yang non-muslim ingin ikut, ya kami ijinkan tentu," terang Sarniyah.

Selain itu, program utk menyiapkan kepulangan warga juga dilakukan, khususnya di desa kutarakyat yg oleh PVMBG sudah dinyatakan aman. Kegiatan berupa perbaikan masjid dengan donatur material via PD Muhammadiyah Karo dan biaya tukang dari seorang donatur dari Yogyakarta.

Relawan Muhammadiyah yg melakukan adalah kader angkatan muda muhammadiyah, terutama dari unsur Nasyiah dan IPM.

Ditemui di pengungsian UKA Kabanjahe, Mama Alim, begitu panggilan perempuan berumur 52 th, dia berharap ada yg membantu upayanya menjadi guru ngaji di kutarakyat bila sudah pulang nanti. Mama Alim juga berharap cita cita nya ada sebuah TK Islam di desa Kutarakyat bisa segera terwujud.

"desa Kutarakyat sebenernya sudah aman, tapi perbaikan atap belum semua selesai, dan listrik belum hidup, Sempat hidup beberapa hari, tapi kemudian dimatikan lagi setelah hujan abu pasca-erupsi kemarin," ujar Sarniyah.

Program pendampingan warga utk lebih mengenal kesiapsiagaan tinggal di lereng gunung dijadwalkan mundur ke pasca idul Fitri. "Ramadhan gini sulit mengumpulkan warga," pungkas Sarniyah. (dzar)

Shared:
Shared:
1