MPM Muhammadiyah Sulsel Gebrak Pendampingan Petani Kakao di Luwu Utara

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 16 Februari 2011 13:55 WIB

Masamba- Sebagai keputusan bersama Musyawarah Daerah Muhammadiyah Luwu Utara di Hotel Yunisar Masamba, program pendampingan petani Kakao / Coklat akan menjadi program unggulan dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan serta pemulihan penyakit tanaman yang selama ini mengkonsumsi pupuk kimia kembali ke pupuk organik model pemberdayaan dan pendampingan MPM Muhammadiyah Sulsel.

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Luwu Utara, Drs.HM.Nurdin.B, yang juga mantan sekda Luwu Utara, Selasa ( 15/02/2011). Nurdin mengatakan, model pendampingan Kakao yang di selenggarakan MPM Muhammadiyah Sulsel, sangat praktis dan rasional karena telah berhasil memulihkan tanaman Kakao, tanpa melakukan peremajaan dengan membabat kakao yg sudah tua dengan mengganti bibit baru, tapi justru melakukan peremajaan dengan melakukan pemulihan dengan melakukan perbaikan struktur tanah dengan memberikan pupuk organik. Pupuk organik tersebut menurut Nurdin, dibuat dari bahan baku dari limbah ternak dan limbah buah-buahan dengan sistem permentasi, "Model seperti ini justru sangat membantu para petani kakao, yang selama ini sudah prustrasi melihat tanamannya," jelasnya.

H.Untung, seorang petani Masamba mengharapkan, MPM Muhammadiyah Sulsel lebih konsen pada pembinaan petani kakao di Luwu Utara, model pemberdayaan seperti ini yang sesungguhnya dapat memberikan perobahan dan dapat membangkitkan semangat bertani dan bermuhammadiyahah dengan melakukan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar,masyarakat petani selama ini memang tidak berdaya karena tidak mampu melakkan perubahan dalam kehidupan pertanian, tapi dengan adanya model pemberdayaan yang di lakukan seperti ini, akan kembali bangkit. Husni Yunus,Ketua MPM Muhammadiyah Sulsel, mengatakan bahwa program ini akan menjadi prioritas program dalam peningkatan kualitas petani kakao dalam peningkatan ekonomi umat, dalam waktu singkat Insya Allah akan melakukan pengkaderan pertanian terpadu yang dalam materi pelatihan tersebut akan melahirkan kader petani,perikanan,dan peternakan.(mac)

Shared:
Shared:
1