Tadarus Pemikiran Kaum Muda Muhammadiyah Digelar di UMM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 17 Juli 2014 20:10 WIB

Malang –Muhammadiyah memasuki abad kedua dengan konsep ilmu pengetahuan, sebuah gerakan aksi tanpa ada pemikiran ini sesuatu yang mustahil. Muhammadiyah perlu sebuah pemikirann-pemikiran dari kaum mudanya untuk membentuk gerakan-gerakan praksis. Gerakan Praksis Muhammadiyah dalam ranah gerakan sosial maju, harus didukung  dengan pemikiran ide yang maju juga. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam pembukaan Tadarus Pemikiran Kaum Muda Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (17/7).

Din berharap hasil dari tadarus pemikiran kaum muda ini bisa menghasilkan gagasan-gagasan yang berkemajuan untuk gerakan pasca satu abad. Din juga menginginkan munculnya intelektual yang bisa menafsirkan Al Quran, seperti Tafsir At Tanwir, yang menafsirkan Al Quran dengan cara pemikiran Muhammadiyah.

Acara tadarus pemikiran ini diikuti oleh kader-kader intelektual muda Muhammadiyah dari Angkatan Muda Muhammadiyah (IPM, IMM, Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah). Kegiatan ini akan berlangsung hingga hari sabtu (19/7) dengan memaparkan materi-materi pemikiran berkemajuan untuk gerakan praksis sosial Muhammadiyah. (dzar)

Shared:
Shared:
1