Gerakan Muhammadiyah Adalah Gerakan Pencerahan Dan Dakwah Muhammadiyah Adalah Dakwah Pencerahan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 06 Juli 2014 16:57 WIB

Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kantor Jakarta menyelenggarakan Pengkajian Ramadhan  1435 H bertempat di Kampus STMIK Muhammadiyah Jakarta, Ciracas Jakarta Timur. Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan tersebut kali ini mengambil tema “Dakwah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan”.  

Dalam laporannya Ketua Panitia yang juga Ketua STMIK Muhammadiyah Jakarta, Faiz Rafdhi M.Kom menyampaikan jumlah peserta pengkajian ini mencapai lebih dari 350 orang  berasal dari utusan Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Cabang Muhammadiah di sejumlah wilayah di Indonesia. Pengkajian ini berlangsung mulai tanggal  5-7 Juli 2014.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr.Din Syamsuddin, MA. dalam keynote speech sekaligus  membuka acara pengkajian tersebut kemarin Sabtu, 5 Juli 2014, menyampaikan tentang visi ke-Indonesiaan Muhammadiyah, bagaimana pemahaman warga Muhammadiyah tentang Indonesia yang Ideal, juga merupakan hasil putusan tanwir Muhammadiyah di Kalimantan Timur beberapa bulan lalu yaitu “Indonesia berkemajuan rekonstruksi kehidupan kebangsaan yang bermakna”. Gerakan Muhammadiyah adalah gerakan pencerahan dan dakwah Muhammadiyah adalah dakwah pencerahan. Maka bagaimana da’wah pencerahan sebagai jalan warga Muhammadiyah menuju tujuan Indonesia berkemajuan atau Islam yang berkemajuan untuk Indonesia berkemajuan.

Terkait dengan pertanyaan peserta pengkajian tentang sikap politik Muhammadiyah dalam pemilu presiden 2014 yang dikaitkan dengan tema Indonesia berkemajuan,  Din Syamsuddin menyampaikan pendapat sebaiknya kita sedang-sedang saja, warga Muhammadiyah tidak perlu terlalu ekstrim. Dukunglah pasangan capres-cawapresmu sedang-sedang saja karena boleh jadi setelah 9 Juli 2014. “Warga Muhammadiah harus membuat catatan tebal tentang fenomena betapa banyak tokoh politik sekarang yang tampil dalam keramaian pilpres 2014 ini yang dulunya saling membenci, sekarang mendukungnya hal itu jelas tidak istikomah” ungkap Din. (Asih)

Shared:
Shared:
1