Menteri Agama: Besar Sumbangsih Muhammadiyah Bagi Bangsa Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 05 Juli 2014 12:01 WIB

Bantul- Menteri Agama RI yang baru Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, sudah banyak sumbangsih Muhammadiyah terhadap bangsa Indonesia, terutama dengan banyaknya tokoh-tokoh Muhammadiyah yang telah berkiprah pada perjalanan bangsa Indonesia mulai dari sebelum kemerdekaan hingga saat ini.

“Dengan ribuan sekolah yang dimiliki, Muhammadiyah telah berkontribusi dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bansa, dan hal tersebut bernilai luar biasa oleh lembaga yang didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan ini,” katanya dihadapan ratusan peserta Pangajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Kamis (3/6). Pada sisi lain politisi Partai Persatuan Pembangunan ini juga meminta Muhammadiyah untuk selalu menceta kader ulama yang mampu memberikan pencerahan bagi seluruh umat di Indonesia. Sebelum globalisasi masuk ke Indonesia, orang tua dan guru memiliki peran yang besar sebagai seorang figur kebajikan dan keteladanan. Semua pembelajaran dan nilai-nilai kebajikan terhadap anak dan remaja datang dari orang tua dan guru. Namun, seiring masuknya globalisasi dan informasi yang begitu bebas masuk pada diri generasi muda, menjadikan peran dari figur tersebut menurun. "Sekarang, nilai-nilai yang datang dari arus globalisasi tersebut dengan berbagai macam warna-warninya bisa leluasa memasuki ruang-ruang privat anak-anak dan remaja kita. Tapi tanpa ada filter dari orang tua dan guru. Dan tidak ada yang menjelaskan informasi yang didapat oleh mereka dari pengaruh globalisasi itu. Karena informasi yang diterima oleh mereka juga sangat cepat dan mudah sekali diakses. Sementara orang tua dan guru masih minim melakukan pantauan terhadap mereka," paparnya.

Dalam pengajian yang bertema Dakwah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan dan dihadiri perwakilan Muhammadiyah seluruh Indonesia ini, Lukman menegaskan, kaderisasi ulama menjadi hal serius yang harus dilakukan, karena tantangan yang dihadapi negara dan ulama ke depannya juga akan semakin berat. Hal ini juga untuk membantu munculnya kembali figur kebajikan dan keteladanan tersebut. "Kaderisasi ulama menjadi hal yang serius ke depannya. Karena tantangan kita akan semakin berat. Selain karena sekarang kita sedang mengalami krisis teladan, globalisasi itu juga membawa dua kutub ekstrim yang bisa membahayakan keberagamaan di Indonesia. Karena dua kutub itu terdiri dari satu kutub yang mudah mengkafirkan dan satu kutub lainnya yang memiliki paham bebas tapi tanpa batas," ungkapnya. (bhp umy) (mac)

Shared:
Shared:
1