‘Aisyiyah Inginkan Figur Presiden Yang Peduli Kesehatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 27 Juni 2014 06:36 WIB

Makassar-Pemilihan Presiden yang akan berlangsung 9 Juli 2014 mendatang, membuat sejumlah kalangan masyarakat berharap hadirnya perubahan. ‘Aisyiyah Sulsel, sebagai salah satu elemen masyarakat sipil berharap Presiden mendatang memiliki kepedulian terhadap Kesehatan, terutama masalah penanggulangan penyakit Tuberculosis (TB). Penyakit TB cukup serius untuk harus ditangani, saat ini Indonesia menempati urutan keempat kematian TB di dunia, setelah India, China dan Afrika Selatan. Secara statistik, 67 ribu orang mati setiap tahun akibat TB.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis, di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah,Jl. Bulusaraung, Makassar, Sulsel, (24/6). Nurhayati menambahkan, seandainya dirata-rata maka, setiap jam terdapat 52 orang yang meninggal karena penyakit tersebut,“Oleh karena itu ‘Aisyiyah berharap, siapapun Capres terpilih agar  meningkatkan komitmennya dalam penanggulangan penyakit Tuberculosis,” pintanya.

Lebih lanjut Nurhayati menguraikan, keberpihakan pemerintah saat ini terhadap masalah kesehatan masih sangat minim. Anggaran APBN untuk kesehatan masih jauh dari angka yang di tetapkan WHO yakni minimum 15 % dari total APBN. “UU kesehatan tahun 2009 yang hanya mengamanatkan minimum 5 persen dari APBN dan 10 persen dari APBD, itu pun dalam penerapannya masih jauh dari yang diharapkan,” tambahnya.

“Dalam APBN 2014, belanja pemerintah pusat untuk fungsi kesehatan adalah 13,1 triliun, atau 1 % dari belanja pemerintah pusat. Angka ini turun dari tahun 2013, yang mencapai 17,5 triliun atau 1,5 % dari belanja Pemerintah. Kondisi ini cukup ironis, jika dibandingkan dengan negara lain, bahkan bahkan 3 negara di Afrika yang masuk low income Tanzania, Rwanda, Liberia. Menganggarkan hingga 15 persen,” pungkasnya. (tim ‘aisyiyah) (mac)

Shared:
Shared:
1