Wimar Witoe​lar Harus Minta Maaf kepada Persyarikatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 19 Juni 2014 03:02 WIB

Yogyakarta- Sebagaimana diputuskan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bahwa secara organisatoris, Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berusia lebih dari satu abad ini secara konsisten bersikap netral terhadap persolaan hiruk pikuk perhelatan akbar bangsa tercinta. Terlebih dalam hal dukung mendukung. Dalam hal ini Muhammadiyah meminta pihak-pihak baik secara individu maupun partai politik serta tim sukses calon presiden dapat kiranya menghormati ketetapan Muhammadiyah, secara khusus terkait semakin memanasnya dinamika politik ditanah ibu pertiwi jelang pilpres 9 Juli mendatang.

Terkait maraknya materi banner yang bernada provokasi yang telah dilakukan pada facebook Wimar Witoe​lar, dimana lambang persyarikatan Muhammadiyah ditampilkan dengan mencantumkan keterangan "Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys" (upload 15/6/2014). Menurut Wakil Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Iwan Setiawan, tindakan Wimar Witoelar selaku publik figur sangat disayangkan. Iwan mengingatkan, tindakan Wimar, selain menyakiti hati warga persyarikatan, juga dapat menjadikan bumerang bagi capres yang didukung wimar, karena dalam posisi pribadi/individu warga muhammadiyah terdapat pendukung masing-masing capres.

"Secara pribadi saya berhadap Wimar secara gentle dan kesatria berkenan untuk menghapus banner dimaksud, dan secara pribadi mau menyatakan permintaan maaf kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah," tegas Iwan, Yogyakarta, Kamis (19/6). Terlebih menurut Iwan, Wimar sebagai seorang jurnalis harusnya sangat faham akan etika dan kode etik dalam menyampaikan pendapat melalui media sosial, kecuali memang wimar memiliki agenda pribadi yang tidak baik untuk mengadu domba warga persyarikatan.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, terhadap banyaknya masukan dan tuntutan warga Muhammadiyah via media sosial yang masuk, agar melaporkan kasus tersebut, Iwan Setiawan menyampaikan, bahwa hal itu diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan PP Muhammadiyah sebagai institusi tertinggi persyarikatan. Pada sisi lain Iwan menghimbau agar warga muhammadiyah tetap berfikir cerdas dan tidak mudah untuk terprovokasi terhadap kasus ini, dengan senantiasa mengedepankan semangat sillaturahmi dan tabayyun. (is) (mac)

*foto; Ilustrasi (http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Wimar_WItoelar.JPG)

Shared:
Shared:
1