Black Campaign Berpengaruh Terhadap Psikologi Masyarakat Dalam Memilih

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 12 Juni 2014 07:31 WIB

Bantul-Black campaign dapat mempengaruhi psikologi masyarakat Indonesia dalam menentukan pilihan dalam pemilihan Presiden nanti. Sebab biasanya ketika ada salah satu kandidat yang dijelek-jelekkan di media massa atau media sosial dan kandidat tersebut tidak membalasnya, maka hal ini akan membuat masyarakat merasa simpati terhadap kandidat yang sering dijelek-jelekkan di media.

 

Hal tersebut diungkapkan dosen Ilmu Pemerintahan UMY Dr. Zuly Qodir, saat ditemui pada, Rabu (11/6) di Kampus UMY, Bantul. Zuly menyarankan, agar para pemilih bisa lebih selektif dalam membaca informasi atau berita dari masing-masing kandidat. "Black campaign itu tidak terdidik dan akan membuat sistem demokrasi kita ini tidak beradap dan bermartabat. Jadi masyarakat harus lebih selektif dalam memilih, " tegasnya.

 

Pada sisi lain, lanjut Zuly, kesiapan masyarakat untuk memilih calon presidennya ini sudah terlihat, dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam mencari informasi kandidat Capres dan Cawapres tahun ini. "Masyarakat saat ini sudah memiliki kesiapan dalam mengahadapi pesta demokrasi di bulan Juli mendatang. Namun, pilihan masyarakat lebih cenderung kepada emosional daripada rasional. Mereka lebih melihat kepada ketertarikan atau merasa simpati kepada para kandidat yang menurut mereka bagus untuk dijadikan pemimpin 5 tahun kedepan," ungkapnya.

 

Padahal menurutnya, jika dipahami seharusnya kita memilih dengan rasional. Rasional yang dimakud disini adalah lebih kepada meilihat visi dan misi yang mereka tawarkan jika nantinya akan menjadi Presiden 5 tahun ke depan. Program-program apa yang ditawarkan oleh para kandidat untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi. (icha)(mac)

foto ilustrasi: ANTARA

Shared:
Shared:
1