Pilih Presiden Yang Pro Kepentingan Perempuan dan Anak

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 08 Juni 2014 11:19 WIB

Surakarta- Jelang pemilihan presiden yang tinggal menghitung hari, pengamat politik, Chusnul Mar’iyah, mengingatkan kembali akan fungsi Ulil Amri (pemimpin) atau untuk apa diperuntukkan kekuasaan negara. Menurut Chusnul, tugas utama negara adalah menyejahterakan dan membahagiakan rakyatnya, sambil kemudian bertanya apakah saat ini warga negara Indonesia sudah sejahtera dan merasa bahagia. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua LHKP (Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik) PP Muhammadiyah dalam forum Tanwir ‘Aisyiyah II di Stikes ‘Aisyiyah Surakarta (7/6).

Perempuan yang pernah menjadi Komisioner KPU ini berharap agar perempuan berhati-hati dalam memilih calon pemimpin negaranya. Perempuan diminta untuk lebih jeli membaca visi dan misi  maupun rencana program masing-masing calon presiden, khususnya berkaitan dengan kepentingan perempuan dan anak, “Siapa yang akan melindungi perempuan miskin termasuk para buruh migran yang memang menjadi tanggung jawab negara untuk mengayomi warganya,” tanyaChusnul terkait kriteria calon presiden yang dapat dipilih perempuan.

Apalagi, tambahnya, saat ini jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru berkurang menjadi 14 persen dari perolehan 5 tahun sebelumnya sebesar 18 persen dari total jumlah anggota DPR hasil pemilu 2009. Dalam analisa Chusnul, berkurangnya jumlah perempuan sebagai anggota DPR akan berdampak minimnya kebijakan yang berpihak pada kebutuhan perempuan. Meski ia sendiri mengakui, besarnya hambatan perempuan masuk di dunia politik, di tengah liberalisasi politik uang. Walau begitu, pengajar di Universitas Indonesia ini menaruh harapan agar kaum perempuan tidak bersikap apatis dengan ‘DUIT’ atau bahasa Jawa berarti‘uang’, karena rupanya yang dimaksud Chusnul dengan ‘DUIT’ adalah, ‘Doa, Usaha, Istiqomah, dan Tawakkal.  Lebih lanjut menurut Chusnul, para pemilih Perempuan yang berjumlah sekitar lima puluh persen dari total pemilih, jelas lebih dari cukup untuk dapat diperhitungkan para Calon Presiden RI yang akan bertarung 9 Juli nanti. "Lihat dalam visi dan misi dua Capres yang ada, apakah sudah memasukkan kepentingan perempuan di dalamnya, dan apakah menjadi prioritas Capres untuk menjadi programnya," pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, menekankan pentingnya ‘Aisyiyah menyiapkan SDM ‘Aisyiyah yang akan berjuang melalui partai politik, “Anggota ‘Aisyiyah yang punya kemampuan dan orientasi ke dunia politik perlu didukung dan dikuatkan, karena perjuangan ke sana juga dalam kerangka perjuangan Muhammadiyah-’Aisyiyah,” ujar Noordjannah. (HNS) (mac)

 

Shared:
Shared:
1