IPM Gelar Bedah Buku Dinasti Rente “Membangun Tanpa Korupsi”

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 06 Juni 2014 17:46 WIB

Jakarta - Banyaknya praktek korupsi yang terjadi di indonesia saat ini membuat keprihatinan banyak pihak termasuk Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah. sebagai generasi muda, IPM berusaha melawan korupsi dengan melakukan pendidikan kepada generasi muda melalui kegiatan Bedah Buku Dinasti Rente dengan tema “ Membangun tanpa korupsi” di Aula Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng raya 62, Jakarta Pusat (5/6)

“Kegiatan ini di laksanakan untuk mencerdaskan generasi muda agar berani melawan korupsi dari sejak dini,” jelas iqbal Ketua PP IPM.

Buku Dinasti Rente karya Dahnil Anzar seorang ekonom ini merupakan buku yang mengulas dan membongkar praktek dan perkoncoan politik yang masih terjadi di Indonesia.

Dahnil Anzar yang sering di sapa Anin ini menjelaskan bahwa “90% persen Politik itu adalah Ekonomi”. Laku politik yang harusnya disetir oleh watak altruistik yang mengedepankan kepentingan publik, justru kini didominasi oleh watak egoistik, yang mengedepankan kepentingan pribadi.

Dahnil menambahkan Dalam ekonomi profit adalah hasil aktivitas perniagaan yang halal, namun rente adalah hasil memeras, manipulatif dan tipu-tipu dalam kegiatan ekonomi, khas Prilaku tuan tanah. Nah, Politik kita dibajak oleh Prilaku rente ini, dan yang mengerikan politisi Membangun dinasti-nya sendiri. Akhirnya, rakyat sebagai orientasi Utama pembangunan ekonomi diabaikan kesejahteraannya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pembicara yaitu seperti: Anggota DPR RI terpilih 2014-2019 Dr. Saleh P Daulay,  Koordinator Indonesian Corupption Watch Ade Irawan, Walikota Palu, dan pengantar Diskusi oleh Teguh Santosa seorang Pimpinan Umum RMOL.

Menurut Saleh P. Daulay pada pemaparannya bahwa, praktek korupsi yang terjadi saat ini terkadang muncul dari rakyat itu sendiri, rakyat perlu di cerdaskan. “Besarnya biaya kampanye para pejabat tinggi, baik eksekutif atau legislatif di karenakan banyaknya rakyat yang menjual suara, sehingga banyak pejabat tinggi yang pada akhirnya korupsi dan membangun dinasti” jelas Saleh

Saat ini, 98 persen korupsi terjadi di daerah. Korupsi tersebar di kabupaten dan kota.

"Bukan lagi di Istana," kata Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan,

Menurut Ade, kondisi ini bukan karena otonomi daerah. Korupsi merajalela di daerah karena civil society membiarkan instumen politik yang ditransaksikan, juga karena elit yang lama berkuasa.

Diskusi ini juga digelar dalam rangka peluncuran buku "Dinasti Rente" karya Dahnil Anzar yang juga Alumni IPM Banten dan PP Pemuda Muhammadiyah Saat ini. (iqbal) (dzar)

Shared:
Shared:
1