Muktamar XVI IMM Amanahkan Beni Jadi Ketum

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 05 Juni 2014 21:26 WIB

Sukoharjo –  Muktamar XVI Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang telah berlangsung di Kampus UMS, Pabelan, Karatsura, Sukoharjo, sejak tanggal 26 Mei 2014 berakhir Minggu (1/6) malam, dengan diumumkannya hasil penetapan 13 formatur terpilih yang bakal menyusun kepemimpinan IMM dua tahun kedepan. Muktamar sempat molor dua hari dari jadwal yang ditentukan, yang seharusnya selesai tanggal 30 Mei 2014.

Salah satu anggota panitia pemilihan calon formatur, Suparta mengatakan, panitia pemilihan telah menetapkan 13 anggota formatur. Di antaranya Yadi Kusnadi (Jawa Barat), Maulana Ishak (Bengkulu), Defi Yasmardi (Sumatera Barat), Beni Pramula (Banten), Ela Nofita Sari (Jambi), Abdul Rahman (Sulawesi Selatan), Yakub (Sulawesi Selatan), A Ridwan Al Faruqi (Jawa Barat), M Abdan Syakura (Kalimantan Selatan), Munthazimah (Sumatera Utara), Ahmad fathoni (Lampung), Azrizal Nasri (Riau), dan Taufan Korompot (Sulawesi Utara).

“Mereka akan bertugas selama 14 hari ke depan untuk membentuk struktur Badan Pimpinan Harian Dewan Pimpinan Pusat IMM periode 2014-2016,” jelas Suparta saat dikonfirmasi muhammadiyah.or.id melalui telepon seluler, di Solo, Senin (2/6).

Suparta mengatakan, Pimpinan sidang Mawan Anton Ilyas (utusan Maluku Utara) menutup musyawarah Minggu malam. Forum musyawarah tertinggi salah satu organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom) diakhiri dengan sidang pleno V dengan agenda pemilihan dan penetapan anggota formatur.

Hasil rapat tim formatur memutuskan bahwa Beni Pramula sebagai Ketua Umum dan Abdul Rahman sebagai Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah periode 2014-2016.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum terpilih Beni Pramula mengatakan momentum setengah abad IMM ini merupakan masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya agar dapat menjawab tantangan kebangsaan khususnya di abad ke 21. Cakrawala pandang yang luas tentang dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional harus dimiliki oleh generasi muda penerus bangsa, bahwa sesungguhnya kompleksitas dan ketidakpastian dalam abad 21 menuntut IMM, sebagai organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia, untuk dapat cepat beradaptasi. Oleh karena itu, IMM harus mampu merebut tantangan tersebut menjadi peluang untuk maju. (dzar)

Shared:
Shared:
1