Spirit Pencerahan Di Kota Pelabuhan Yilan Di Taiwan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 Mei 2014 10:29 WIB

Taiwan -Setelah melantik pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan pada hari Ahad, Bertempat di kota pelabuhan Yilan, Taiwan, Senin, (12/5) Sekretaris umum dan sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H.Agung Danarto, M.Ag dan Drs. Marpuji Ali, M.Si berkesempatan mengunjungi dan melakukan dialog dengan para ABK (Anak Buah Kapal) asal Indonesia, Ketua Asosiasi Majikan (Pemilik Kapal Nelayan) dan juga otoritas pemerintah kota setempat. Turut mendampingi dalam dialog tersebut pengurus PCIM Taiwan yang baru saja dilantik, M. Adam Jerussalem sebagai Ketua Umum dan Ahmad Hanif Firdaus selaku koordinator Majelis Infokom dan Humas.

“Saat ini jumlah BMI (Buruh Migran Indonesia) di Taiwan lebih dari 200 ribu jiwa, 10 ribu diantaranya berprofesi sebagai nelayan (ABK), dan sekitar 2 ribu jiwa berdomisili di kota pelabuhan Yilan”, ujar Adam. Dialog yang yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kondisi ABK Indonesia di sana, terkait permasalahan yang dihadapi dan tentu saja, win win solution yang mungkin bisa diterapkan. Dalam dialog dengan Mr. Lyn (Ketua Asosiasi Majikan/Pemilik Kapal), terungkap bahwa secara umum kinerja ABK Indonesia baik namun ada kelemahan dalam diri ABK kita saat ini, yakni kurangnya inisiatif dalam melakukan pekerjaan, hal inilah yang mungkin kedepannya menjadi tugas pemerintah dan semua organisasi massa Indonesia di Taiwan untuk memberikan pendidikan dan keterampilan kerja kepada para BMI sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut Agung Danarto dan Marpuji Ali menyampaikan harapan kepada para majikan kapal, bahwa ada hak-hak ABK yang mesti dipenuhi, utamanya menyangkut kebebasan dan fasilitas ibadah, khususnya bagi warga Muslim. “Alhamdulillah Mr. Lyn mewakili Majikan para ABK Indonesia menyambut baik saran dan harapan tersebut dan berjanji akan memberikan fasilitas yang memadai agar umat muslim bisa tetap beribadah selama bekerja,” tambah Adam.

Selama kurang lebih 45 menit berdialog di kediaman Mr. Lyn, rombongan PP Muhammadiyah bersama PCIM Taiwan menuju ke asrama nelayan yang rencananya diperuntukkan bagi ABK Indonesia karena selama ini mereka tinggal dan hidup di kapal. Selama perjalanan menuju ke sana, rombongan bertemu dengan para ABK yang sedang menyiapkan perbekalan sebelum melaut, sebagian besar meraka berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Diskusi – diskusi kecil terjadi dan mereka menyambut baik kehadiran PCIM di Taiwan ini.

Sesampainya di asrama ABK yang berjarak kurang lebih 1 KM dari kediaman Mr. Lyn, rombongan PP Muhammadiyah diterima otoritas Pemerintah Kota Yilan. Pemerintah Kota Yilan menjelaskan bahwa saat ini sedang dibangun sebuah gedung berlantai 4 yang nantinya akan digunakan sebagai asrama bagi 2000-an ABK Indonesia di sana, fasilitas ini khusus diberikan kepada ABK Indonesia mengingat jumlahnya yang dari tahun ke tahun semakin banyak dan memberikan andil yang sangat besar bagi perekonomian Kota Yilan. Mewakili Warga Negara Indonesia Ustadz Marpuji menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah kota Yilan atas fasilitas yang akan diberikan kepada ABK Indonesia, semoga dengan fasilitas tersebut kesejahteraan ABK Indonesia semakin terjamin dan meningkatkan etos kerja yang pada akhirnya semua pihak akan merasa diuntungkan, termasuk para majikan dan pemerintah kota Yilan sendiri. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Agung kembali mengingatkan dan bernegosiasi dengan pemerintah kota Yilan untuk bisa selain memberikan fasilitas bangunan fisik berupa asrama bagi ABK Indonesia, juga memberikan fasilitas bimbingan rohani bagi ummat muslim dengan mendatangkan Ustadz dari indonesia untuk ditempatkan di asrama ABK. Menanggapi permintaan Ustadz Agung, pemerintah Kota Yilan menyanggupinya namun pelaksanaanya menunggu ABK Indonesia menempati asrama tersebut yang saat ini masih tahap pembangunan. Diskusi tersebut juga meperjuangakan agar kelak jika harus membayar uang sewa asrama, maka besarnya tidak memberatkan ABK Indonesia. Setelah diskusi selesai, dilanjutkan dengan meninjau interior gedung, fasilitas yang diberikan cukup layak, di sana terdapat dapur, ruang makan, kamar tidur dengan kamar mandi dalam, TV, fasilitas internet dan wifi, serta musholla bagi ummat muslim, menariknya saat ini ruangan yang akan dijadikan mushollla masih berupa gereja lengkap dengan salip di dindingnya saat rombongan kami meninjaunya. Untuk mendesaian dan melengkapi fasilitas musholla tersebut, pihak pemerintah kota Yilan meminta bantuan kepada PCIM Taiwan khusunya terkait persoalan arah kiblat.

Demikianlah atas berkat dan rahmat Allah, spirit pencerahan Muhammadiyah itu pun menjangkau kota pelabuhan Yilan, di Taiwan, negeri yang jauh dari tempat dimana Muhammadiyah dilahirkan. Spirit untuk memperjuangan hak-hak anak bangsa di negeri fromosa, karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, begitulah Rosulullah mengajarkan. Nampaknya pesan Rasulullah ini yang juga setelah mentelaah surat Al Ma’un dikemudian hari menginspirasi KH. Ahmad Dahlan untuk bisa berbuat dan bermanfaat banyak bagi ummat. Doa restu sangat kami harapkan demi istiqomahnya perjuangan dan tegaknya islam yang rahmatan lil alamin di bumi Formosa, Taiwan. Aamiin. (hanifird) (dzar)

 

 

 

Shared:
Shared:
1