Sekum: KPU Harus Perbaiki Kekurangannya di Pemilihan Presiden

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 22 April 2014 00:25 WIB

Yogyakarta- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto menilai, banyaknya kekurangan yang ada dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu harus menjadi perhatian serius Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan memperbaikinya demi Pemilu Presiden yang berkualitas pada 9 Juli 2014 nanti.

“Masih banyak kekurangan yang membuat KPU mempunyai pekerjaan rumah pada Pemilu Presiden mendatang, masih banyaknya Pemilih yang belum terdaftar dalam DCT adalah masalah yang cukup serius,” jelasnya di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta Senin (21/4). Menurut Agung, fenomena Golput yang ada di Indonesia, tidak sepenuhnya karena keinginan pemilih, tetapi juga akibat kebijakan yang membuat para pemilih tidak dapat menyalurkan aspirasinya karena tidak terdaftar sebagai pemilih. Permasalahan lain yang cukup serius menurut Agung juga masih banyaknya surat suara tertukar yang akhirnya membuat Pemilu tidak dapat dilaksanakan serempak, karena harus dilakukan menunggu surat suara yang sesuai dengan wilayahnya. Pada sisi lain masih maraknya politik uang dan perubahan suara ditingkat kalurahan dan desa karena indikasi pembelian suara menurut Agung, harus menjadi perhatian utama karena dengan masih maraknya kecurangan hanya akan menghacurkan proses demokrasi.

Sementara itu mengenai posisi Muhamamdiyah pada Pemilu Presiden nanti, Agung Danarto menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap pada ketetapannya untuk tidak terlibat politik praktis dengan terjun dalam wacana dukung mendukung partai atau calon Presiden tertentu. Dalam Tanwir di Bandung lalu, Muhammadiyah telah memberikan garis besar kriteria calon pemimpin yang dapat menjadi patokan warga Muhammadiyah untuk menentukan pemimpin. (mac)

Shared:
Shared:
1