Darul Arqam Madya IMM Sleman: Menjawab Dinamika Kebangsaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 04 Maret 2014 01:24 WIB

Yogyakarta -Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sleman, selenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) pada (25/2)–(2/3) bertempat di BLK PAY Yogyakarta. Perkaderan yang diikuti oleh 36 peserta yang merupakan utusan kader IMM dari berbagai daerah misal Balikpapan, Bukittinggi, Medan, Jawa Barat, Banten, Semarang, Banyumas, Surabaya dan DIY.

DAMini merupakan sebagai bentuk kesadaran betapa pentingnya perkaderan untuk keberlangsungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) secara khusus dan Muhammadiyah pada umumnya. Perkaderan yang mengambil tema Setengah Abad IMM: Transformasi Nilai Dasar Ikatan Dalam Menjawab Dinamika Kebangsaan sebagai upaya IMM untuk turut berkontribusi positif terhadap bangsa yang sedang mengalami keterpurukan dalam segala aspek. “Sebagaimana yang tertuang dalam konstitusi IMM bahwa kader IMM memiliki kewajiban untuk melakukan amar ma’ruf dengan menyebarkan kerahmatan kepada seluruh alam, sedangkan nahi munkar dengan melakukan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Usia IMM tepat 50 tahun pada 14 Maret 2014 merupakan sebagai momentum nasional untuk melakukan manifesto IMM sebagai organisasi kader (Muhammadiyah) dan pergerakan terhadap bangsa Indonesia. Kondisi bangsa seperti apapun, maka IMM harus hadir,”ujar Muhammad Habibi Miftakhul Marwa, Ketua Umum PC IMM Sleman.

Hadir pula dalam pembukaan DAM kali ini antara lain Imam Mahdi selaku ketua DPD IMM DIY, Haryadi Ibrahim, ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Sleman dan kader IMM se DIY. Pembukaan DAM PC IMM Sleman tahun 2014 kemudian dilanjutkan dengan Stadium General  yang menghadirkan para alumni IMM Sleman yaitu Sri Purnomo, Bupati Sleman dan Immawan Wahyudi, Wakil Bupati Gunung Kidul yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum dewan pimpinan pusat (DPP) sementara IMM tahun 1984.

Selama perkaderan berlangsung peserta disuguhi materi dan pemateri yang berkompeten di bidangnya sebut saja Epistimologi Islam (Dr.Mutiullah, S.Fil, M.Hum) , Pemikiran gerakan Islam Indonesia (Pradana Boy ZTF,SHI,MA), Peta masyarakat Indonesia Prof.Dr.Abdul Karim, MA, Gerakan tajdid Muhammadiyah (Ahmad Muttaqin, Ph.D), Kajian ekonomi politik Indonesia (Eko Prasetyo, SH), Interpretasi nilai dasar ikatan (M.Abdul Halim Sani), Gerakan mahasiswa dalam melawan neokolonialisme (IMM, GMKI, GMNI), Hukum dan rekayasa sosial (Norma Sari, M.Hum), Advokasi dan pemberdayaan masyarakat (Ahmad Najib Wiyadi, S.Ag) dan Diaspora Kader IMM (Dr.Phil. Ahmad Norma Permata).

Sebelum mengakhiri DAM ini, para pesert menyepakatiBlue Printyang dibuatnya bahwa peserta DAM harus berkiprah dan berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing untuk memperbaiki kondisi bangsa. Untuk menjadikan indonesia yang lebih baik versi IMM maka bisa dimulai dengan mengoptimalkan bidang-bidang yang ada di dalam struktur IMM yang nantinya akan berdampak positif terhadap umat dan bangsa yaitu bidang kader, bidang dakwah dan tabligh, bidang keilmuan, bidang hikmah dan kebijakan publik dan bidang ekonomi kewirausahaan. (dzar)

 

Shared:
Shared:
1