MPM PP Muhammadiyah Gelar Pengobatan Gratis Bagi Kaum Miskin Kota

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 10 Agustus 2011 15:48 WIB

 

Yogyakarta- Menjadi bagian dari masyarakat sektor informal, pengemudi becak dan pedagang asongan disadari belum memiliki posisi tawar yang tinggi sehingga keberadaannya pun masih terpinggirkan yang menyebabkan tidak menentunya pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk itu, perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan bagi kedua profesi tersebut agar dapat jasa mereka dapat dihargai dan dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang pada akhirnya meningkatkan posisi tawar mereka dalam masyarakat serta menambah pendapatan mereka pula.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Said Tuhuleley, di sela-sela pengobatan gratis dan buka bersama bagi para pengemudi becak dan pedagang asongan, Minggu (7/8) sore di Kantor PP Muhammadiyah KHA Ahmad Dahlan.

Menurutnya, keberadaan pengemudi becak dan pedagang asongan di beberapa kota besar di Indonesia menjadi terpinggirkan. Hal ini dapat dilihat, misalnya dengan tidak adanya lagi becak sebagai moda transportasi di Jakarta. “Adanya beberapa moda transportasi lain yang lebih cepat seperti taksi dan ojek motor argo juga semakin membuat becak bukan lagi sarana pilihan bagi masyarakat untuk bepergian. Akibatnya, pendapatan mereka menjadi tidak menentu sehingga kehidupan mereka pun semakin sulit saat ini,” terang Said.

Para pedagang asongan juga menghadapi posisi dilema yang dikarenakan beberapa masyarakat menganggap makanan yang dijual mereka tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga masyarakat pun enggan untuk membeli makanan itu. “Oleh karenanya, dengan adanya pendampingandan pelatihan produksi makanan sehat misalnya, hal ini diharapkan memberikan kesadaran bagi mereka untuk senantiasa menjual makanan sehat sehingga masyarakat pun percaya dengan kualitas makanan yang mereka jual dan ini akan meningkatkan pendapatan mereka demi kualitas hidup yang lebih baik,” papar Said.

Melihat kondisi itulah, Said menilai jika para pengemudi becak dan pedagang asongan perlu mendapatkan pendampingan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sehingga kedua profesi tersebut mampu memberikan kualitas pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Jika pelayanan mereka baik, maka masyarakat akan mau memanfaatkan jasa tersebut yang berujung pada meningkatnya posisi tawar mereka dan terciptanya pendapatan yang lebih baik bagi mereka,” ujar Said.

Dalam pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, para pengemudi becak yang tergabung dalam Persatuan Abang Becak Ahmad Dahlan (PABELAN) dan pedagang asongan mendapatkan layanan pengobatan seperti cek tekanan darah dan kolesterol untuk kemudian mendapatkan obat yang diberikan oleh para tenaga farmasi. Para pedagang asongan tersebut umumnya menjual makanan ringan dan dijual secara keliling. Acara juga dilanjutkan dengan buka bersama sekaligus pemutaran film “Sang Pencerah”.

Shared:
Shared:
1