Orang Tua Tidak Datang, Wisuda UMY Dibalut Abu Kelud

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 20 Februari 2014 01:24 WIB

Yogyakarta- Wisuda periode II Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2013/2014, berlangsung ditengah kemelud abu vulkanik gunung kelud. Sisa abu dari letusan gunung Kelud kemarin masih beterbangan di jalanan dan depan gedung Sportorium UMY tempat wisuda, Sabtu (15/2).

Akibat dari abu tersebut bandara berhenti operasi sementara, sehingga orang tua wisudawan yang berasal dari luar Yogya tidak dapat hadir. Gedung Sportorium UMY yang biasanya penuh pada acara wisuda sebelumnya, kali ini banyak bangku yang kosong. “Walaupun dihiasi abu vulkanik Kelud, tapi keindahan tetap kami rasakan pada acara wisuda kali ini. Walaupun orang tua sebagian dari kami tidak dapat hadir, tapi do’a dan restu mereka menjadi semangat bagi kami,” ungkap lulusan terbaik UMY tahun ini Muhammad Ichsan.

Ichsan mengatakan, orang tuanya tidak dapat hadir karena bandara Adi Sucipto tidak beroperasi. Sedangkan jalur darat tidak memungkinkan, karena jarak pandang sangat dekat. Sehingga orang tuanya tidak dapat hadir dan diwakilkan oleh orang tua angkatnya di Yogya. Dan mahasiswa yang lain, diwakilkan oleh teman mahasiswanya. “Jalur darat kemarin dari Jakarta mau ditempuh, tapi jarak pandang tergangggu. Jadi diwakilkan oleh orang tua angkat saya di Yogya,” ungkap wisudawan Hubungan Internasional UMY ini.

Sedangkan Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A mengatakan, walaupun wisuda kali ini dibalut abu vulkanik gunung Kelud. Tapi tidak berarti langkah kita terhambat dan tidak dapat menghadapi kehidupan. “Hidup itu memang perjuangan, baik bagi kita di sini maupun bagi saudara kita yang mengalami musibah di sana. Yang terpenting, terus berbuat lebih aktif, kreatif, inovatif untuk kehidupan yang lebih baik,” ungkap Rektor UMY ini.

Adapun jumlah wisudawan UMY periode II 2013/2014 sebanyak 469. Yang terbagi dalam wisudawan Strata- 1 (S1) 371 wisudawan, S-2 sebanayak 89, S-3 sebanyak 3 wisudawan dan Vokasi sebanyak 6 wisudawan. Untuk lulusan terbaik S-1 diraih oleh Mohammad Ichsan, S.IP dengan IPK 3,99. Wisudawan termuda S-1 diraih oleh Dwi Maya Loka, S.IP dengan IPK 3,64. Wisudawan terbaik S2 diraih oleh Syarifuddin Usman, S.IP dengan IPK 4,00.

Untuk wisudawan terbaik S2 tidak dapat hadir, karena terhambat transportasi di bandara Ternate. Akibat tidak beroperasinya bandara Adi Sucipto di Yogyakarta dari Jum’at hingga waktu yang belum ditentukan. (syah)

Shared:
Shared:
1