LAZISMU-MDMC : Launching SekolahMu Aman Di Lereng Gunung Merapi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 27 Januari 2014 18:51 WIB

Magelang – LAZISMU. Di awal 2014 Indonesia kembali dilanda bencana alam seperti gempa bumi, longsor, banjir bandang, dan bencana alam lainnya yang sangat rentan. Bencana alam tersebut mengakibatkan sejumlah sarana pendidikan mengalami rusak berat dan ringan. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sampai akhir tahun 2011 ada 194.844 ruang kelas rusak berat di SD/SDLB dan SMP/SMPLB. Sementara yang telah direhabilitasi sebanyak 21.500 ruang kelas. Sisanya sebanyak 173.344 ruang kelas yang rusak berat akan direhabilitasi pada 2012-2014.

 

Data lain yang dirilis Kementerian Agama menunjukkan dari 208.214 ruang kelas MI dan MTs, sebanyak 13.247 ruang kelas rusak berat dan 51.036 rusak ringan. Tak berbeda dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang rusak akibat bencana alam. Di Kecamatan Dukun, Desa Sumber, Magelang Jawa Tengah misalnya, terdapat MI Muhammadiyah pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 lereng Gunung Merapi yang mengalami kerusakan.

 

Berdasarkan laporan MDMC, sekolah ini berada di sebelah barat lereng Merapi yang jaraknya sekitar 7 km dari puncak. KRB 3 merupakan kawasan dengan kategori paling rawan terkena imbas letusan Merapi. Sekolah ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sekolah di sekitarnya, yaitu ekstrakulikuler drumband, kegiatan keagamaan, dan kegiatan intra unggulan.

 

Sabtu, 25 Januari 2014, kemarin LAZISMU bersama MDMC meluncurkan program SekolahMu Aman untuk MI Muhammadiyah Kec. Dukun, Desa Sumber. Acara dihadiri Camat Dukun, Siti Zuamroh, M.Si, Ketua PDM Magelang, Sulaiman Afandi, M.Ag, Ketua PCM Dukun, Muhani, Direktur CIMB Niaga Syariah dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag yang sekaligus menyampaikan pengajian diakhir acara.

SekolahMu Aman fokus pada penguatan kapasitas bangunan sekolah yang aman secara struktur bangunannya, lingkungannya, dan pemahaman pengetahuan kebencanaan. Untuk itu, sebagai salah satu bentuk komitmen LAZISMU dan MDMC menelurkan visi dalam balutan tema Indonesia Siaga.

 

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, ST menyatakan Indonesia Siaga adalah spirit bahwa kita menerima bencana sebagai realitas yang tak terbantahkan. Namun,“bencana harus dihadapi dengan penuh kesiapan“ pungkasnya. Kita sepakat siap menghadapi bencana, sementara teknologi yang mampu merekayasa bencana tidak mampu mencegahnya, tuturnya.

 

Konsep SekolahMU Aman di sini bukan aman secara fisik semata, tapi secara psikologis. Budi melanjutkan bahwa sebagian masyarakat belum siap menghadapi bencana. Untuk itu,“sebagai bentuk kepedulian LAZISMU-MDMC dan PP Muhammadiyah mengedukasi masyarakat untuk menghadapi bencana dengan kesiapan baik secara pengetahuan dan psikologis“, tambahnya.

 

Sementara itu, Siti Zumaroh M.Si, selaku Camat Dukun, yang hadir dalam peluncuran SekolahMU Aman dalam sambutannya mengatakan, begitu mendengar istilah ini yang terlintas di kepala saya adalah sekolah aman dalam pengertian yang lain. “Selanjutnya, begitu mendengar penjelasan dari MDMC ternyata yang dimaksud adalah sekolah siaga bencana“, katanya. Kami sangat mendukung program ini.“Kami berharap anak-anak yang bersekolah disini dapat belajar dengan baik, aman dan nyaman“ terangnya.            

 

SekolahMu Aman merupakan kerjasama LAZISMU dan CIMB Niaga Syariah. Umar Ledy selaku perwakilan dari guru mengungkapkan selain mendapat bantuan dari CIMB Niaga Syariah, “kami dewan guru dan masyarakat juga menggalang dana sebagai wujud dari ketulusan kami akan keberadaan sekolah ini“ jelasnya. Kendati sudah 40 persen jadi secara fisik, harapan kami wali murid dan masyarakat Desa Sumber dapat terus melanjutkan pembangunan sekolah ini, ungkapnya. (author)    

Shared:
Shared:
1