Muhammadiyah Bitung Kirim Bantuan Konsumsi Untuk Korban Banjir Manado

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 24 Januari 2014 15:30 WIB

Manado - Bencana banjir yang melanda sejumah wilayah di Manado, Rabu (15/1/2014) lalu ikut dirasakan warga Kota Bitung. Seperti keluarga besar Muhammadiyah Kota Bitung yang langsung membuka Posko dan dapur umum untuk membantu warga Manado yang terkena musibah bencana banjir.

Manariknya, Posko dan dapur umum yang dibuka dari hari pertama bencana banjir melanda Manado ini langsung mengirimkan makanan jadi bagi ratusan warga yang terkena meusibah. Bahkan memasuki hari ke-3 pasca-bencana, Muhammadiyah Kota Bitung setiap hari tetap rutin mengantarkan makanan jadi kepada warga.

“Hari pertama kami mengirim kurang lebih 200 bungkus makanan jadi, hari kedua 120 bungkus dan hari ini rencananya akan mengirim 1500 bungkus,” kata koordinator Posko dan dapur umum Muhammadiyah Kota Bitung, Is Djafar, Sabtu (18/1/2014) kepada redaksi website muhammadiyah.or.id.

Makanan jadi ini sendiri kata Djafar disiapkan oleh ibu-ibu Muhammadiyah yang secara bergantian mendatangi Posko untuk memasak dan membungkus makanan. “Tak hanya para ibu-ibu, siswa dan siswi perguruan Muhammadiyah Kota Bitung ikut ambil bagian dalam menyiapkan makanan sebelum didistribuksikan ke warga yang terkena musibah,” jelasnya.

Adapun lokasi di Manado yang menjadi tujuan penyaluran makanan jadi kata Djafar adalah Wonasa Tanjung, Malendeng, Komo, Perkamil dan Wanea. “Kemungkinan besar lokasi lain akan bertambah mengingat banjir dan akses jalan sudah terbuka untuk mendistribusikan makanan jadi,” ujarnya. Selain makanan jadi, Posko dan dapur umum Muhammadiyah Kota Bitung juga mengirimkan makanan instan seperti super mie dan snak, air mineral serta pakaian bekas layak pakai yang disumbangkan warga. “Posko dan dapur umum rencananya akan kita buka hingga minggu depan,” tutupnya. 

Ketua PMI, Kunjungi Posko MDMC Manado

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla mengakhiri perjalanannya di Manado hari ini. Di sela perjalanan pulangnya, JK menyempatkan diri melihat 2 perkampungan di kecamatan Singkil, Manado. Pemberhentian JK pertama di Kampung Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Manado. Ia melihat kondisi pengungsi di posko Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Manado yang berada di Masjid Muhammadiyah, Jalan Arief Lasut, Singkil, Selasa (21/1/2014).

Selama 15 menit , Pemilik akun twitter @Pak_JK  ini menyapa warga yang sedang membersihkan rumah, JK bercengkrama dengan para korban yang berlindung di pengungsian Muhammadiyah. JK memberikan sejumlah bantuan kepada para warga. Ia selanjutnya melanjutkan perjalanannya ke Desa Wawonasa, Singkil. Ia memberikan sumbangan dana Rp 25 juta. JK juga menginstruksikan agar PMI Manado memberikan pasokan air yang cukup agar warga dapat berbenah. (dzar)

Shared:
Shared:
1