Muhammadiyah Sebaiknya Kembali Concern Pada Problem Umat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Agustus 2011 21:56 WIB

Yogyakarta- Muhammadiyah dahulu mempunyai concern yang besar mengenai masalah-masalah kecil masyarakat dengan rumah miskin dan yang lainnya, tetapi saat ini, dengan banyaknya kasus penggusuran, TKI, Prita dan sebagainya, ormas besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama seolah tidak berkutik. Untuk itu, Muhammadiyah harus kembali berpikir dan bertindak pada masalah-masalah yang riil dihadapi kaum miskin dan terpinggirkan.

Demikian disampaikan Abdul Munir Mulkhan, mantan wakil sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1432 H, dengan tema Ideologi Muhammadiyah dan Reaktualisasi Islam yang Berkemajuan dalam Dinamika Peradaban Kontemporer, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (06/08/2011). “Saat ini kasus-kasus yang dihadapi oleh rakyat miskin dan terpinggirkan seperti kasus Prita, penggusuran, TKI, dan yang lainnya, Muhammadiyah dan NU tidak hadir dan digantikan oleh LSM-LSM baru dan media massa,” jelasnya. Menurut Munir Mulkhan, pemecahan problem umat dahulu, diatasi dengan ijtihad sosio-ritual kreatif kyai, dan pada konteks saat ini hal tersebut seolah mati

Lebih lanjut menurut Munir Mulkhan, banyaknya tantangan dakwah pada masa kini sudah seharusnya menjadi tantangan Muhammadiyah untuk memikirkan solusi alternatif yang dahulu Muhammadiyah selalu memberikan. “Pada jaman dulu, ketika TBC (Tahayul, Bid’ah, Khurafat) masih merajalela, Muhammadiyah mampu menjawab dengan mendirikan Rumah Sakit, serta lembaga-lembaga pendidikan, dan saat ini Muhammadiyah sudah harus memproduksi kembali ijtihad-ijtihadnya agar dapat menjawab tantangan masa depan,” jelasnya.

Shared:
Shared:
1