Tidak Disiplin, dan Etos Kerja Rendah, Bukan Salah Ajaran Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Agustus 2011 14:13 WIB

Yogyakarta- Banyaknya umat Islam yang mempunyai karakter tidak disipin, malas, dan kemauan bekerja yang rendah, merupakan karakter yang tidak sejajar dengan ajaran Islam, karena Islam selalu memberikan motivasi dalam bekerja dan bersikap menghargai waktu.

Demikian disampaikan Syarif Tanudjaja tokoh ulama muslim Tionghoa, dalam Seminar Nasional Transformasi Teologi dan Reaktualisasi Etos Kerja Islam sebagai Respons terhadap Pergeseran Peta Geoekonomi, Geopolitik, dan Geobudaya Global ke Cina,  di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (06/08/2011). Ajaran Tionghoa yang banyak mengajarkan mengenai disiplin, kerja keras, serta tidak boros merupakan ajaran yang sesungguhnya di dalam ajaran Islam jauh lebih dijabarkan dan lebith detail, sehingga kemampuan penyerapan ajaran pada tingkat praksis. “Masyarakat Tionghoa punya etos kerja yang kuat mengenai, kerja keras, bekerja keras, dan lebih mementingkan keuntungan jangka panjang, sehingga karakter yang kuat menjadi sifat dasar orang-orang Tionghoa,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Syarif, etos kerja yang dimiliki oleh masyarakat Tionghoa merupakan langkah praksis yang seharusnya dimiliki karakter seorang muslim, “Ajaran Islam telah lengkap memberikan petunjuk bagi seorang kaum muslim untuk menjadi khalifah di bumi, sehingga Ajaran Islam sesungguhnya sudah sempurna, hanya saja tidak banyak kaum muslim yang bisa konsisten menjalankan ajaran Islam,” tegasnya.

Shared:
Shared:
1