Kemajuan Cina Serta Reaktualisasi Islam Dalam Tingkatkan Etos Kerja dan Sosial

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 05 Agustus 2011 13:43 WIB

Yogyakarta- Kemajuan Cina dalam berbagai aspek yang menunjukkan perkembangan signifikannya perlu direspon oleh Islam yang berkemajuan dan berkeunggulan. Untuk menghadapi tantangan dalam dunia yang semakin global, Islam perlu melakukan reaktualisasi dengan kemampuannya dalam merumuskan kembali nilai etika dan moral yang menjadi nilai utama dalam meningkatkan etos kerja dan sosial.China saat ini diprediksi akan menjadi salah satu negara terkaya di dunia dan memegang poros ekonomi dan politik dunia, dalam kebangkitan China tersebut seharusnya Islamharus muncul untuk mengantisipasi efek negatif dari kemajuan china, karena Islam mempunyai sumberdaya dan sejarah dalam peradaban untuk memegang pusat kekuasaan dunia.

Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam acara pembukaan Seminar Nasional dan Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1432 H, di aula lantai V Gedung AR Fakhruddin B, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,Jl. Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Jum’at (05/08/2011). Din Syamsuddin mengungkapkan, pada tahun 2016 China diprediksi akan mempunyai kekayaan sebesar USD 19 Triliyun, lebih besar dari pada negara Amerika Serikat yang berada sekitar USD 17 Triliyun. “Dengan sumber kekayaan sebesar itu, maka China diperkirakan akan menggeser pusat kekuatan ekononi dan politik dunia, dan akan menjadi penentu kebijakan dunia,” jelasnya. Bangkitnya kekuatan China ini menurut Din, bisa berdampak positif, tetapi juga dapat berdampak negative, kekuatan yang terlalu dominan cenderung untuk menindas yang lemah. “Kekhawatiran bangkitnya ekonomi China mulai dirasakan negara sekitarnya seperti Korea dan Jepang yang mulai terjadi konflik-konflik kecil, hal inilah yang harusnya mulai direspon oleh dunia Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut menurut Din, dunia Islam seharusnya juga dapat mengambil peradaban di masa depan bersaing dengan China, karena dunia Islam mempunyai sumberdaya yang mendukung kea rah tersebut. “ Dunia Islam mempunyai sumberdaya manusia yang mencapai 1,6 Miliyar, ditambah kekayaan alam yang hampir keseluruhan seperti minyak, tambang, uranium, dan yang lainnya ada di seluruh negara Islam, Islam juga mempunyai sumberdaya nilai yaitu Islam itu sendiri sebagai kekuatan penggerak umatnya, hal lain yang menjadi pendukung adalah Glorious Past, yaitu sejarah keemasan peradaban masa lalu yang dimiliki dunia Islam,” ungkap Din. Tetapi di sisi lain menurut Din, dunia Islam juga mempunyai kelemahan, yakni lemahnya persatuan diantara negara-negara Islam itu sendiri, “Untuk itu dunia Islam harus kembali bersatu untuk dapat menunjukkan peradaban Islam yang sesungguhnya,” tegas Din. 

Shared:
Shared:
1