Majelis Dikdasmen Adakan Training Manajemen Sekolah Muhammadiyah Se-Kawasan Indonesia Timur

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 29 November 2013 08:14 WIB

Gresik - Kesan pertama ketika pertama kali masuk sekolah ini adalah kebanggan dengan SMP M 12 GKB. Hal itu disampaikan Prof. Baedhowi, Ketua Majelis Pendidikan dasar dan Menengah PP Muhammadiyah dalam Training Manajemen Kepala SMP dan Mts se-Indonesia Timur di Gresik Kota Baru, Rabu (27/11). Kegiatan ini dilaksanakan seluruhnya di SMP Muhammadiyah 12 GKB, Gresik, Jawa Timur sampai Sabtu (30/11). Baedhowi menambahkan sangat senang karena acara ini sengaja tidak dilakukan di hotel akan tetapi digelar di sekolah sehingga langsung mampu mengamati keseharian sekolah.

Acara ini selain dihadiri Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, dihadiri pula oleh Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Dr. Biyanto, M.Ag. Serta seluruh jajaran Dikdasmen PWM Jatim. Kemudian dihadiri pula oleh seluruh pimpinan Majelis Dikdasmen se Kawasan Timur Indonesia.

Baedhowi mengungkapkan ada beberapa isu dalam hal menciptakan sekolah Muhammadiyah, yang pertama tentunya adalah akses atau daya tampung yang layak atau tidak. Kedua, membangun budaya sekolah di Muhammadiyah yang kreatif dan inovatif. Guru Besar Universitas Negeri Sebelas Maret ini mencontohkan seperti SMP Muhammadiyah 12 GKB yang Improving School, Kreatif. SD Muhammadiyah di Pucang Surabaya dan masih banyak sekolah-sekolah dasar dan menengah Muhammadiyah lainnya.

Kegiatan Training Manajemen ini sesusai dengan amanah muktamar seabad Muhammadiyah yaitu menjadikan sekolah unggul Muhammadiyah. Salah satu ciri keunggulan sekolah Muhammadiyah  adalah manajemennya. Ada 23 program majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah yang dipaparkan dalam proses pelatihan ini.

Baedhowi berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah harus mencetak pemimpin masa depan. “Namanya boleh sekolah unggul, kreatif, inovatif, bermutu, berkarakter, dsb, sehingga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya, sekolah Muhammadiyah harus menjadi pusat unggulan sebagai agen perubahan” tutupnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik, Nanang Sutedja, SE, MM, “Sekolah Muhammadiyah harus memberikan energi positif untuk sekolah-sekolah Muhammadiyah yang lain, menebarkan kan virus-virus positif agar bisa mengembangkan sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya,” ujarnya. (dzar/mzq)

 

Shared:
Shared:
1