Dahlan Rais: Ber-Muhammadiyah Termasuk Gerakan Amal Saleh yang Menggembirakan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 29 November 2013 07:17 WIB

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Medan – Dahlan Rais, Ketua PP Muhammadiyah dalam milad Muhammadiyah yang digelar Perguruan Muhammadiyah Tanjung Sari, Sumatera Utara, mengatakan Islam tidak identik dengan kekerasan atau terorisme. Umat Islam bisa bersahabat dengan siapa saja dan saling tolong menolong dengan sesama. Dahlan menghadiri Milad Muhammadiyah di Sumatera Utara sekaligus Peresmian Gedung Perpustakaan dan Laboratorium IPA SMA, Ahad (24/11). 

Khusus mengenai Muhammadiyah menurut adik kandung mantan ketua umum PP Muhammadiyah era Reformasi, Amien Rais ini, Muhammadiyah tetap bisa hidup di tengah masyarakat meski minoritas. "Di Abepura (Papua), Muhammadiyah tetap eksis. Bahkan warga yang nonmuslim bersekolah di sekolah Muhammadiyah. Mereka jadi tahu bagaimana Islam yang sesungguhnya," ungkapnya.

Mengapa Muhammadiyah tetap bisa hidup meski usianya sudah lebih satu abad? Menurut Dahlan  Rais karena pondasinya tauhid. Ia menguraikan ada empat pilar Muhammadiyah. Pertama pencerah umat. "Muhammadiyah itu pencerah umat melalui pendidikan, gerakan sosial dan lain sebagainya” ujarnya.

Kedua lanjutnya, Muhammadiyah menggembirakan amal saleh. Gerakan amal Saleh itu Perlu. Gerakan Amal Saleh untuk biaya pembangunan kamar mandi dan ruang salat berhasil mengumpul dana sekitar Rp 25 juta yang Rp 10 juta di antaranya merupakan sumbangan Dahlan Rais selaku Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Solo (UMS), diikuti oleh para caleg yang maju pileg dari Muhammadiyah, orangtua siswa, para siswa dan undangan lainnya. Ketiga, Muhammadiyah bekerja sama dalam kebajikan dan bisa bekerjasama dengan siapapun.  “Muhammadiyah saat ini bisa bekerjasama dengan siapa saja, tentunya dalam hal kebajikan, bukan hal-hal yang menuju keburukan,” tutup Dahlan Rais. (MPI-SU/dzar)

Shared:
Shared:
1