Relawan Muhammadiyah Bergerak ke Wilayah Terparah di Filipina

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 25 November 2013 15:54 WIB

Cebu- Relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah kemarin, Ahad (24/11) bergerak dan bertugas ke salah satu daerah terparah akibat angin Topan Haiyan, yakni di Ormoc, Propinsi Leyte. Relawan Muhammadiyah yang terdiri dari Medis dan Paramedis tersebut bergerak atas koordinasi Department of Health (DOH) region 7 Cebu.

Menurut ketua tim relawan Muhammadiyah untuk Filipina dr. Corona Rintawan, tim akan bertugas hingga tiga hari ke depan. “Sesuai kesepakatan dengan DOH,  tim akan membantu layanan kesehatan primer dan juga rumah sakit milik pemerintah filipina,” jelasnya. Menurut Corona, sebelum masuk ke wilayah Ormoc, tim sempat diinformasikan wilayah Ormoc seperti kota mati, tetapi setelah tim masuk ke wilayah tersebut, tampak aktifitas sudah mulai banyak dilakukan masyarakat.  

Lebih lanjut menurut Corona,  sebelum ke Ormoc tim telah bertugas di kota Tuburan. Kota wisata di utara Cebu ini merupakan kota termiskin nomor tiga di Provinsi tersebut. Menurutnya, tampak antusiasme warga untuk memeriksakan kesehatan di pos MDMC cukup tinggi. Tim dibagi dua, satu tim di RS Tuburan, dan satu tim di salah satu puskesmas di sana. "saat di  RUH (sebutan puskesmas setempat), kita melayani 172 pasien di hari pertama, di hari kedua 152 pasien, dan pasien yang dirujuk ke RS Tuburan ada 21 utk dua hari," lanjut dokter asal RS Muhammandiyah Lamongan tersebut. Sementara di RS Tuburan ada sebagian tim MDMC membantu melayani pasien yang dirujuk. dr.Indra giri, salah satu tim MDMC menurut Corona, sempat melakukan operasi untuk beberapa pasien.

Sementara itu menurut salah satu tim MDMC lainnya dr.Zuhdiyah, selama di Tuburan,  tim mendapat sambutan hangat dari Walikota dan Wakil Walikota Tuburan. Menurutnya, semua kebutuhan akomodasi tim ditanggung oleh Wakil Walikota Tuburan. 
Tim MDMC yang bertugas di Filipina terdiri dari satu dokter spesialis anestesi, dua dokter emergensi, tiga perawat, dan dua SAR.  Rencananya tim ini akan bertugas di Filipina hingga tanggal 1 Desember mendatang, dan diperkirakan pada tanggal 2 Desember dini hari mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. (arif)(mac)

Shared:
Shared:
1