Bisa Dinikmati Melalui Parabola atau Internet

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 14 November 2013 17:46 WIB

Jakarta—Setelah lama ditunggu, TV Muhamamadiyah segera bisa dinikmati segenap warga Muhammadiyah. Pendirian televisi ini, bukan tanpa sejarah. Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, perjuangan mendirikan televisi ini melalui jalan panjang sebelum diputuskan menggunakan satelit dan streaming. Kelebihannya, siaran bisa ditangkap dimana saja asal ada internet dan parabola.

“Dulu mantan Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Jalil pernah menyarankan Muhammadiyah agar bersabar mendaftarkan untuk memperoleh izin mendirikan TV digital. Sementara izin untuk memiliki frekuensi stasiun TV sudah habis. Muhammadiyah tidak dapat memperolehnya. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk sementara berada pada jalur streaming satelit yang diharapkan pada waktunya menjadi TV digital. Pengajuan TV digital ini sudah disampaikan langsung kepada Menkoninfo Tifatul Sembiring pada saat acara penandatanganan MoU Menkoninfo dengan PP Muhammadiyah  beberapa waktu yang lalu,”ujar Din saat jumpa pers, Kamis (14/11) di Jakarta.

Diungkapkan Din, TV Muhammadiyah dengan moto “Cerdas Mencerahkan” sesuai dengan watak gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah pencerahan dan juga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai amanat konstitusi.

“Insya Allah mulai Jumat (15/11) besok, sudah bisa tayang uji coba baik dalam jalur internet useeTV.com maupun frekuensi satelit Telkom 1 frekwensi 3480. Pada hari senin besok juga bersamaan dengan kegiatan syukuran Milad Muhammadiyah, maka sekaligus mengukuhkan TV Muhammadiyah ini,” tegas Din.

Din berharap agar TV-TV lain bisa bermitra dengan TV Muhammadiyah. Selain itu, kepada masyarakat, terkhusus warga muhammadiyah agar segera memirsa TV Muhammadiyah yang untuk sementara tayang enam jam dengan cara looping selama satu hari.

Sementara itu menurut Wakil Ketua MPI, Edy Kuscahyanto, untuk saat ini siaran TvMu dapat ditangkap dengan menggunakan antena parabola, yang harganya cukup terjangkau dan tidak lebih dari Rp. 1 juta.

“Siaran TvMu bisa ditangkap di frekwensi 3480 satelit Telkom 1,”tambah Edy.

Menurutnya, meski belum dilaunching, TvMu sudah banyak mendapatkan permintaan dari beberapa provider televisi berbayar atau televisi kabel untuk masuk dalam jaringan mereka. Baik itu di Jawa maupun di luar Jawa.

Antena seperti itu, sudah banyak dimiliki oleh warga Muhammadiyah di daerah transmigrasi yang berada di luar Jawa yang biasanya tidak terjangkau siaran televisi biasa (terestrial). (mst)

Shared:
Shared:
1