Alunan Gamelan dan tilawah Berbahasa Jawa Warnai Resepsi Milad ke 104

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 12 November 2013 10:10 WIB

Yogyakarta- Alunan bunyi gamelan dan tembang Jawa bernafaskan Islam mengalun lembut dalam megahnya gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tidak kurang dari dua belas ribu orang khidmat mengikuti prosesi demi prosesi dari resepsi Milad ke 104 Muhammadiyah.

Ahad pagi (10/11) di gedung megah komplek bagian selatan UMY atau lebih dikenal dengan sebutan Sportorium (Sport and Auditorium), Muhammadiyah DIY mengadakan resepsi Milad ke 104 Muhammadiyah. Tampak seluruh personil dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan kerisnya, tidak terkecuali ketua PWM DIY Agus Taufiqurrahman. Menurut ketua panitia Milad Imam Mahdi, budaya Jawa dan Islam adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan kaitannya dengan perkembangan Muhammadiyah hingga berusia 104 tahun. Dalam acara tersebut juga dipentaskan atrasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang ditampilkan puluhan murid SD Muhammadiyah yang juga diiringi oleh gamelan jawa. Dalam tilawah setelah pembacaan Al Qur’an. narator juga menggunakan bahasa Jawa Salah seorang peserta yang hadir Sardi dari Muhammadiyah Gunungkidul mengungkapkan, balutan seni budaya jawa membuat dirinya merasa bernostalgia pada Muhammadiyah tempo dulu saat bergulat dengan PKI. Menurutnya, dahulu masih banyak bapak-bapak pimpinan yang menembangkan lagu jawa bernafaskan Islam, termasuk berbusana jawa sebagai penyemangat dalam berorganisasi.

Sementara itu menurut ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Lembaga Seni Buaya dan Olahraga Sukriyanto AR, kesenian jawa pada sisi lain mampu membentuk karakter budi luhur yang seharusnya menjadi dasar dari para pemimpin Negeri. (mac)

Shared:
Shared:
1