Ketua BNPB: Relawan Muhammadiyah Telah Diakui Kehebatannya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 08 November 2013 16:02 WIB

Yogyakarta- Dalam pengantarnya dihadapan relawan Muhammadiyah, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Ma'arif menyampaikan pesan bahwa, Relawan Muhammadiyah sudah terbukti ikut berkiprah dalam merespon bencana di Indonesia, baik yang terjadi di Aceh sampai Papua. Dengan demikian Relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) telah diakui kehebatannya.

 

Pengantar tersebut disampaikan Syamsul Maarif dalam rangkaian dari Peringatan Hari Pengurangan Resiko Bencana Se-Dunia dan Peningkatan Standar Kompetensi Relawan Muhammadiyah, pada hari Senin, (4/11) di Lapangan Gadingsari Sanden Bantul Di samping itu, Kepala BNPB juga menyampaikan mengenai pos komando (posko) tanggap darurat bencana. Beliau mengatakan bahwa BNPB telah memiliki Peraturan Kepala (Perka) yang menyebutkan bahwa pada saat masa tanggap darurat akan ada tiga posko, yaitu posko kabupaten sebagai posko utama, posko BNPB sebagai posko pendamping, dan posko khusus untuk relawan. Oleh karena itu, apabila ada bencana, relawan dapat melaporkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan memberitahukan tentang keahlian mereka sehingga dapat bergabung pada cluster yang ada.

 

Pada akhir sambutan Syamsul Maarif mengucapkan terima kasih kepada relawan atas panggilan hati nurani untuk kemanusiaan. Beliau juga mengingatkan kepada para relawan untuk terus mencari ilmu baru tetapi juga tidak meninggalkan ilmu yang telah diperoleh dan ini untuk membantu orang lain di kebencanaan.

 

Sementara itu ketua Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah atau MDMC Budi Setiawan, dalam sambutan, mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas dukungan sebagai langkah penguatan kelembagaan. Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Sleman yang memberikan ungkapan terima kasih kepada BNPB dan MDMC dalam penanggulangan bencana.

 

Latihan Gabungan (latgab) dan Jambore Nasional ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada 2 - 5 November 2013 di Kecamatan Sandeng, kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas relawan di bawah Muhammadiyah. Kurang lebih 1.500 peserta turut mengikuti kegiatan yang terdiri dari simulasi, seminar, panggung kreasi relawan, apel siaga, dan gladi ketangkasan. 

 

Kegiatan yang baru pertama kali digelar oleh MDMC mengangkat dua tema bencana yaitu gempabumi dan tsunami. Latgab dan Jambore Nasional ini diikuti oleh relawan Muhammadiyah, antara lain dari Kelompok Muda Mudi Muhammdiyah (KOKAM), SAR, rumah sakit, dan perguruan tinggi. Masyarakat setempat juga dilibatkan dalam kegiatan ini. (Ty) (mac)

Shared:
Shared:
1