H. Chaerul Umam, Sutradara Besar itu Telah Pergi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 04 Oktober 2013 18:59 WIB

JAKARTA—Setelah beberapa waktu mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Sineas Senior, Sutradara Besar milik Muhammadiyah, H. Chaerul Umam dipanggil Allah SWT, Kamis (3/10) sore. Kepergian Sutradara Kenamaan Indonesia ini, mengagetkan banyak pihak, dan meninggalkan duka mendalam pada segenap Bangsa Indonesia. Saat ini, jenasah Almarhum, disemayamkan di aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, sebelum dishalatkan siang nanti sehabis Shalat Jumat di Masjid At Taqwa PP Muhammadiyah Jl Menteng raya 62 Jakarta.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sangat kuat memegang prinsip beragama pada setiap karyanya, sehingga sosok seperti Almarhum, dikenal terakhir melalui sebuah film besar dan laris milik novelis Habiburrachman El Shirazy  berjudul "Ketika Cinta Bertasbih" ( 2008). Film ini menjadi film terakhir almarhum, setelah sekian lama berkecimpung di dunia perfilman, dan dunia seni lainnya. Tak terhitung lagi berapa jumlah sinetron, teather, maupun produk seni panggung yang lain, karena hampir sepanjang hidupnya, mantan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah ini dihabiskannya dengan berkarya.

Tidak seperti yang lain, almarhum adalah sosok unik. Selain nama besarnya sudah dikenal luas, almarhum tetap bisa berkarya dengan menjadi sutradara besar hingga usia sepuh dan hingga akhir hayatnya. Beberapa sinetron bahkan masih digarapnya tahun lalu, di RCTI, dan sehabis Lebaran tahun ini juga masih ada beberapa sinetron yang sudah akan dikerjakan untuk segera diproduksi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, sehabis dari Vatikan Kamis (4/10) berencana membezuk almarhum, namun ajal  telah menjemput lebih awal kepada almarhum Chaerul Umam. Sehingga, semalam Din langsung menuju rumah duka.

“Kita kehilangan seniman Muslim terbesar saat ini,”ujar Din kepada wartawan yang mencegatnya.

Sementara itu, saat ini ratusan pelayat telah memenuhi aula PP Muhammadiyah untuk mendoakan dan menshalatkan jenasah almarhum. Hadir diantaranya Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, Ustadz Yusuf Mansur, Putu Wijaya, Embi C. Noer, Taufik Ismail, Anwar Abbas, Adi Kurdi, Jenny Rachman, Igo Ilham, dan banyak seniman yang pernah bekerjasama dan bekerja dengan almarhum semasa hidup.

Selamat Jalan Sutradara Besar Indonesia!...(mst)

Shared:
Shared:
1