Nostalgia, Din Syamsuddin Membajak Sawah di Festival Memedi Sawah 2013

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 22 September 2013 08:31 WIB

Bantul- Mengenang pengalaman saat kecil, ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin bernostalgia dengan membajak sawah di Festival Memedi Sawah 2013, di Dusun Candran, Kebon Agung, Imogiri, Bantul, Sabtu (21/9). Din Syamsuddin menuturkan, semasa kecil dirinya sudah akrab dengan sawah dan ladang, termasuk hampir setiap hari mandi di sungai sehingga membajak sawah jelas mengingatkan dirinya peristiwa di kampung halamannya Sumbawa, puluhan tahun lalu.

Seusai memberikan Orasi Budaya, dengan didampingi panitia yang juga petani setempat, Din Syamsuddin tampak cukup mahir mengendarai “Garu” (Alat Pembajak Sawah) yang ditarik dua ekor kerbau yang berukuran cukup besar. Disaksikan masyarakat sekitar dan juga pejabat PP Muhammadiyah lainnya seperti Ketua PP Muhammadiyah Syukrianto AR serta ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Said Tuhuleley, Din Syamsuddin memulai membajak sawah dengan ukuran sekitar empat ratus meter persegi. Tak berhenti membajak, ketua Festival Memedi Sawah 2013 Kristya Bintara mengajak Din Syamsuddin beserta pejabat lainnya untuk melakukan tanam padi di lahan yang sama. Seusai mencoba menanam padi, Din Syamsuddin mengunjungi pengerajin makanan Emping Melinjo dan menyempatkan diri juga mencoba membuat Emping, dengan cara memukul biji Melinjo. Pada akhir rangkaian wisata desa, Din Syamsuddin dan undangan lain mengunjungi pengerajin tempe, dan sempat mencoba membungkus biji-biji kedelai dalam daun pisang untuk dijadikan tempe.

Menurut ketua Festival Memedi Sawah 2013 Kristya Bintara, acara tersebut adala bagian kerjasama Museum Tani Jawa Indonesia dengan berbagai pihak termasuk Muhammadiyah di dalamnya. “Tujuan dari Festival ini adalah untuk menggalakkan model desa wisata sebagai alternative tempat berlibur yang menyenangkan sekaligus mendidik, dengan bertambahnya jumlah wisatawan tentu saja akan menambah pendapatan masyarakat sekitar yang sebagian besar juga bagian dari keluarga besar Muhammadiyah,” jelasnya. (mac) 

Shared:
Shared:
1