Orasi Budaya Din Syamsuddin Membuka Festival Memedi Sawah 2013

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 22 September 2013 06:44 WIB

Bantul- Orasi Budaya bertajuk “Mewujudkan  Kedaulatan  Pangan” oleh ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, membuka secara resmi Festival Memedi Sawah 2013 yang diselenggarakan oleh Museum Tani Jawa Indonesia bekerjasama dengan Muhammadiyah dan Instansi lainnya di Dusun Candran, Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul (21/9).

Dalam orasinya Din Syamsuddin menekankan pentingnya bangsa Indonesia untuk senantiasa melakukan hal yang bersifat produktif, karena selama ini masyarakat Indonesia tergolong sebagai masyarakat dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi, tanpa diimbangi dengan produktivitas yang memadai. “Hampir dalam segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia mempunyai perilaku yang sangat konsumtif, hal tersebut dapat dibuktikan dengan besarnya impor terutama bahan makanan pokok ,” jelasnya, Sabtu (21/9). Tingginya konsumsi masyarakat Indonesia menurut Din Syamsuddin, juga dapat dilihat dengan meningkatnya kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Syawal yang mencapai dua setengah kali lipat menurut data dari BPS. Din Syamsuddin menambahkan, sudah saatnya bangsa Indonesia untuk melakukan hal yang bersifat produktif dan mencapai level swasembada pangan seperti yang dicita – citakan selama ini. “Pemeritah juga harus memberikan kebijakan yang menguntungkan petani Indonesia agar para petani tidak terjatuh menjadi buruh tani,” tegasnya.

Festival Memedi Sawah 2013 yang berslogan Lokal, Kreatif, dan Produktif menurut Din telah sesuai dengan spirit untuk terus melakukan proses menjadi masyarakat yang lebih baik. Karena Islam juga selalu mengajarkan jika tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah, yang pemaknaannya juga bisa berarti produktif.

Sementara itu menurut ketua Museum Tani Jawa Indonesia Kristya Bintara, Festival Memedi Sawah merupakan agenda rutin Museum Tani Jawa Indonesia sejak tahun 2010. Memedi Sawah atau juga berarti orang-orangan sawah merupakan symbol masyarakat tani Jawa yang senantiasa beraktivitas demi mencapai hasil yang terbaik. Dusun Candran tempat diadakannya Festival Memedi Sawah 2013 menurut Kristya telah menjadi desa wisata yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Dusun. Kegiatan Festival Memedi Sawah 2013 akan digelar Sabtu-Minggu (21-29/9) di Museum Tani Yogyakarta yang berada di Desa Candran, Kebon Agung, Imogiri Bantul, dengan rangkaian kegiatan diantaranya; Lomba Memedi Sawah, Lomba ngliwet (memasak nasi), Lomba Mewarnai, Lomba Menulis Surat, Lomba Fotografi, Jelajah Wisata Desa, dan Jagong Tani yang difasilitasi oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. (mac)

Shared:
Shared:
1