Gelar Australia Week, UMM Unjuk Kekuatan Kerjasama Luar Negeri

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 19 Juli 2011 15:41 WIB

 

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar serangkaian acara terkait dengan kerjasamanya denganAustralia. Acara yang diberi tajuk Australia Week berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (18/07) yang diawali dengan pameran foto kegiatan mahasiswa Australia selama studi di UMM. Hari ini, acara dilanjutkan dengan Professional Development Activities (PDA) dan Art Performance di aula BAU UMM. Acara juga dilengkapi dengan Aussi Edu Expo yang juga melayani informasi beasiswa studi ke Australia.

Ketua Panitia, Prof. Dr. M. Masud Said, menerangkan, dalam PDA acara diisi dengan pengembangan publikasi ilmiah intrenasional. Acara ini diikuti oleh dosen yang pernah memperoleh beasiswa studi di Australia dan mahasiswa Pascasarjana. Tak menutup kemungkinan, masyarakat umum juga bisa mengikuti acara ini. “Pematerinya berasal dari Lembaga Ilmu Prengetahuan Indonesia (LIPI), tim dari Ausaid, dan alumni beasiswa ADS,” terang Masud.

Pada malam penampilan budaya, berbagai tarian tradisional dan gamelan akan ditampilkan di hadapan warga dan mahasiswa Australia di Malang. Mereka juga diberi kesempatan untuk menampilkan kebolehannya dalam kesenianAustralia.

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri UMM, Dr. Masduki, berharap acara ini sukses menarik perhatian masyarakat. Setidaknya, melalui kegiatan ini masyarakat jadi lebih aware bahwa UMM memiliki kerjasama erat denganAustralia. “Semoga kita semua bisa menjadi jembatan bagi kerjasama Indonesia-Australia melalaui kegiatan ini,” kata Masduki.

Kerjasama (UMM) dengan Australia telah berjalan lebih dari 15 tahun. Kerjasama ini ditandai dengan dibukanya kantor Australia Concortium for In-Country Indonesia Studies (Acicis) di UMM pada 1995. Konsorsium yang terdiri dari 19 di Australia itu tak pernah putus mengirim mahasiswa ke UMM. “Setiap semester, Acicis mengirim mahasiswa untuk studi di UMM dan kini jumlahnya sudah mencapai lebih dari 170 lulusan,” kata Masud yang juga koordinator Acicis UMM.

Selain mengirim mahasiswa asal Australia, Acicis UMM juga pernah menerima mahasiswa asal Belanda, Prancis dan Amerika Serikat. Mereka bisa mengikuti studi di UMM setelah mendaftar dan diseleksi oleh kantor AcicisAustralia. Di UMM mereka belajar mengenai bahasa, budaya, agama, sosial, politik dan ekonomi untuk bekal riset di beberapa daerah di Indonesia.

Selain dengan Australia, kerjasama yang kuat juga ditunjukkan UMM dengan universitas-universitas di Eropa. Melalui program Erasmus Mundus, UMM bisa mengirim mahasiswa dan dosen ke Eropa atas biaya Komisi Uni Eropa. “Tahun ini, dua proposal model kerjasama kita dengan Uni Eropa juga lolos lagi. Nantinya, tak hanya pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga pengiriman dosen untuk studi gelar di Eropa,” ujar Asisten Rektor Bidang Kerjasama, Drs. Suparto, M.Pd. 

Dalam pameran foto yang digelar sejak kemarin hingga besok, ditampilkan 30 frame foto tentang kegiatan mahasiswa Australia selama menempuh studi di UMM. Antara lain, terlihat berbagai pose mahasiswa ketika mempresentasikan hasil penelitian dengan menggunakan pakaian adat Jawa. Ada juga mahasiswa asing yang sedang mewawancarai nara sumber penelitiannya.

“Saya tertarik dengan foto mahasiswa Australia memakai kemben, seperti dayang-dayang zaman kerajaan Jawa dahulu kala,” komentar Iwona Matyza, salah serorang pengunjung pameran. Iwona adalah warga Polandia yang sedang mengajar di UMM  dalam program Internship. Pameran foto terbuka untuk umum mulai jam 9 pagi hingga jam 5 sore

Shared:
Shared:
1