Peran Negara: Melindungi, Menyejahterakan, dan mencerdaskan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 17 Agustus 2013 05:20 WIB

Jakarta- Bertempat di aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya 62 Menteng Jakarta Pusat, Ketua Umum PP Muhammadiyah memberikan pandangan saat membuka acara Refleksi 68 Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir pada acara ini, diantaranya Hidayat Nurwahid, AM Fatwa, Sutrisno Bachir, KH Amidhan, KH Abdullah Djaidi, Taufik Abdullah, Taufik Ismail, dan tokoh lintas agama serta tokoh Wanita dan Pemuda. Acara ini berlangsung hari ini, Sabtu (17/8) malam.

“Sejatinya, peran negara adalah mensejahterakan, melindungi, mencerdaskan dan melayani. Tanpa itu, kita belum bisa merasakan kemerdekaan. Singkatnya, kemerdekaan belum bisa dibilang sebagai kemerdekaan,”ucap Din, di depan ratusan orang yang hadir pada acara yang dikemas rileks ini.

“Refleksi ini tentu saja dimaksudkan dalam rangka muhasabah bagi rakyat Indonesia,khususnya para pemimpin Negara ini. Karena kenyataannya para pengemban amanat itu belum dapat mensejahterakan, mencerdaskan dan melindungi bangsanya pembangunan yang telah dan sedang dilakukan seperti pembangunan yang berjalan secara liar, sehingga hampir semua kedaulatan bangsa ini hilang tegaknya dan cenderung terlena dengan pengaruh asing,”tambahnya.

Din mengatakan, Indonesiadapat bekerjasama dan bergaul dengan bangsa asing, namuntetapi tanpa harus meninggalkan budaya, identitas dan kedaulatan.Menurutnya, pada Abad pertama Muhammadiyah berdiri, KHA Dahlan telah meluruskan kiblat Bangsa dalam Sholat. Maka abad kedua ini,Muhammadiyah sesuai dengan amanat muktamarnya  telah dan akan meluruskan kiblat Bangsa ini bersama ormas ormas lainnya.

“Oleh karena itu, refleksi ini pada hakikatnya merupakan spirit memberikan semangat dan nafas bagi kemerdakaan yang telah dicapai dan dirasakan bangsa ini,”tutupnya. (mst)#

Shared:
Shared:
1