Sarat Politis, Muhammadiyah Pastikan Tidak Mengikuti Sidang Itsbat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 07 Agustus 2013 21:30 WIB

Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin memastikan bahwa Muhammadiyah tidak akan mengirim utusan untuk menghadiri siding Itsbat yang direncanakan akan dilaksanakan sore ini, Rabu (07/08/2013). Hal tersebut menurutnya dikarenakan Sidang Itsbat  lebih syarat politis dibanding bermusyawarah mencari titik temu.

Hal tersebut disampaikan Din Syamsuddin seusai menerima rombongan dari Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar yang dipimpin Oleh Abu Rizal Bakrie di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Menteng Raya No.62, Jakarta Pusat, Selasa (06/08/2013). Din menilai, sejak Kementerian Agama dipimpin oleh Suryadharma Ali, sidang itsbat menjadi sangat politis karena Menteri Agama RI saat ini memang dijabat dari kalangan Partai Politik. Alasan lain menurut Din Syamsuddin, adalah perbedaan metode yang dipakai pemerintah yang tidak mungkin mengakomodasi metode lain yang berbeda dengan pemerintah. “Kami berpendapat karena pendekatannya (Pemerintah) harus melihat posisi Hilal atau bulan. Artinya, yang kami sampaikan (etode Muhammadiyah) pasti tidak dilihat pendapatnya. Kami datang jadi hanya sebagai pemanis saja,” tegasnya.

Sebelumnya ketua PP Muhammdiyah Haedar Nashir Menanggapi undangan Kementerian Agama RI untuk diskusi dan sarasehan mengenai penetapan Ramadhan dan Syawal mengatakan, perlunya waktu yang lebih baik agar lebih leluasa dan bukan malah seperti mengejar setoran. “Jika mau membahas dan mencari titik temu atas perbedaan penetapan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, lebih baik lakukan di waktu dan forum lain yang lebih leluasa, jangan seperti ingin ngejar setoran,” tegasnya. Senada dengan Din Syamsuddin dan Haedar Nashir, ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menyatakan bahwa sebaiknya diskusi mengenai hisab rukyat tersebut diadakan jauh – jauh hari dan tidak dirangkai dengan sidang itsbat. (mac)

Shared:
Shared:
1