Milad 52 Tahun, IPM Bantu Beasiswa Pelajar Berprestasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 19 Juli 2013 23:34 WIB

Jakarta - Gelaran Resepsi Milad IPM ke–52 kali ini merupakan momen spesial. IPM sebagai Organisasi Kepemudaan Terbaik (2012) kembali menunjukkan langkah nyata dengan meluncurkan program Bakti Pelajar untuk Negeri (BPUN). Acara ini disambung dengan buka bersama itu juga menghadirkan beberapa pelajar berprestasi. IPM bekerja sama dengan Lazismu memberikan beasiswa pendidikan kepada pelajar-pelajar berprestasi tersebut dan pelajar kurang mampu serta melatih kemandirian pelajar dengan program Pelajar Wirausaha. Dalam acara ulang tahun IPM yang berdiri sejak 18 juli 1961 ini, juga dimeriahkan oleh alunan music orchestra dari AWI Orchestra SMA Muhammadiyah Cipanas.

Hadir dalam acara itu, Koordinator Nasional Alumni IPM Bang Syahrial,  Staf Ahli Kementerian Kehutanan, Dr. Ali Taher, Sekjen IPM pertama Bapak Mastuhu, beserta tokoh alumni IPM lainnya. Ali Taher dalam sambutanya mengatakan IPM sebagai organisasi pelajar harus terus memupuk prestasinya untuk masa depan yang gemilang.  Senada dengan Ali Taher, Bapak  Mastuhu  dalam testimoninya mengatakan IPM harus mewarnai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Karenanya, kepada alumni-alumni yang lebih tua bimbinglah mereka dalam pendidikan agama, social, dan politik yang santun dan cerdas.

Program BPUN dilaunching di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Jalan Menteng Raya 62, Kamis (18/7). Launching ditandai dengan penandatangan naskah kesepahaman kerjasama kedua belah pihak oleh Direktur Utama LAZISMU M. Khoirul Muttaqin dan Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Fida Afif.

"Program ini adalah program spesial untuk pelajar Indonesia yang luar biasa, mereka sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Hanya saja pemberdayaan pelajar sampai saat ini belum maksimal, sehingga pengembangan kreativitas pelajar menjadi kurang maksimal," ujar Ketua PP IPM Hamdan Nugroho di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2013).

Hamdan mengatakan IPM berkomitmen untuk ikut mencerdaskan bangsa dengan mendirikan 1000 Rumah Baca. Organisasi Dakwah di kalangan pelajar ini juga mengembangkan sayap syiarnya dengan program Dai Mandiri dan pembuatan Film Pena sebagai lanjutan dari Film Nilai Tanpa Angka, tandasnya.

Menurut dia, program ini adalah solusi tepat atas masalah tersebut, dengan program inilah wujud tanggung jawab kami terhadap pelajar Indonesia selaku organisasi terbaik se-Asean dengan meraih penghargaan ASEAN TAYO 2012.(dzar/hams)

Shared:
Shared:
1