Kajian Tafsir PHIWM Putaran 2: Memasak, Mencuci, Bukan Tugas Domestik Istri

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 15 Juli 2011 14:29 WIB

Yogyakarta- Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammadiyah kembali menyelenggarakan Kajian Tafsir Tematik Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), pada hari Kamis, 14 Juli 2011 di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro 23 Yogyakarta. Kajian dimaksudkan untuk mengkaji ayat-ayat al-Qur’an yang digunakan sebagai dalil dalam buku PHIWM secara lebih mendalam, karena materi buku tersebut dipandang masih sangat umum. Dengan kajian ini, para peserta diharapkan dapat memahami PHIWM secara lebih mendalam, sekaligus menyebarluaskannya kepada warga Muhammadiyah di sekitarnya.

Kajian PHIWM Putaran Kedua ini dihadiri peserta dari unsur anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, perwakilan Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY, Majelis Tarjih dan Tajdid PDM se-DIY, utusan Majelis/Lembaga tingkat Pusat dan perwakilan Ortom. Pada kesempatan ini, Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.A., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai narasumber melanjutkan pembahasan topik sebelumnya; “Membangun Keluarga Sakinah Melahirkan Generasi Istiqamah”, yakni mengangkat beberapa ayat pada bagian Kehidupan Islam dalam Keluarga.

Prof. Yunahar menyampaikan, bahwa pekerjaan memasak, mencuci, mengasuh anak, bukanlah pekerjaan domestik yang menjadi beban seorang isteri, melainkan tugas bersama antara suami isteri. Tugas domestik isteri hanya terletak pada soal reproduksi. Sebaliknya, tugas publik yang menjadi kewajiban suami adalah beban mencari nafkah, bukan aktifitas organisasi atau yang lain. Dalam hal berorganisasi, berdakwah dan lain-lain itu suami isteri mempunyai kesempatan yang sama.

Shared:
Shared:
1