Dakwah dan Politik Merupakan Dua Kekuatan Yang Saling Menguatkan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 15 Juli 2011 14:22 WIB

Makassar- Dakwah dan politik merupakan dua kekuatan yang saling menguatkan dalam penegakan amar ma'ruf nahi mungkar sehingga masyarakat merasakan keamanan,keadilan dan kesejahteraan, demikian ungkap Dr.H.Irwan Akib,M.Pd, rektor Unismuh Makassar dalam Diskusi Publik yang di laksanakan kerjasama Mubaligh Hijrah Unismuh dengan Harian Tribun Timur Makassar,Kamis ( 14/07/2011) yang juga tampil sebagai narasumber Dr.Jayadi Nas ( Ketua KPU Sulsel), dan Syamsibar ( Kepala Biro Mental dan spritual Sulsel) dengan tema " Dakwah dan Politik, mungkinkah ?"

Irwan Akib, dari sisi lain antara Dakwah dan politik, sering di pahami secara negatif, dakwah bertujuan untuk mengajak semua orang untuk menegakan amar ma'ruf nahi mungkar, sementara disisi lain politik itu bermakna untuk mencurigai semua orang sehingga terkadang politik dianggap sebagai hal yang busuk, sehingga kdepan antara politik dan dakwah itu harus menjadi kekuatan dalam penegakan amar ma'ruf nahi mungkar, apalagi Rasulullah SAW merupakan sosok yang menjadi tauladan umat, karena disisi lain seorang Mubaligh yang menyampaikan kebenaran dan disisi lain menjadi seorang politikus ulung  yang mampu mengatur negara.

Dr.Jayadi Nas, Ketua KPU Sulsel, mengatakan bahwa antara dakwah dan politik merupakan taktik dan strategis kedua hal tersebut harus menjadi kekuatan yang tidak mesti dipersoalkan karena keduanya merupakan dua kekuatan yang harus saling meguatkan karena keduanya menjadi gerakan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar.

Syamsibar, Kepala Biro mental dan spritual mengharapkan para Mubaligh untuk menjadikan kekuatan dakwah ini sebagai modal pemberdayaan masyarakat terutama dalam melawan narkoba yang saat ini menjadi ancaman besar dalam masyarakat.

Shared:
Shared:
1