Muhammadiyah Aceh Gunakan Momentum Ramadhan Cetak Imam Berkualitas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 14 Juli 2013 08:35 WIB

Banda Aceh- Muthorrir Asy’ari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banda Aceh menyatakan bahwa, sebagai bentuk kemuliaan Ramadhan dibandingkan dengan bulan lainnya adalan bulan diturunkannya Al-Qur’an, yang sanantiasa diperingati dengan malam Nuzulul Qur’an, ini menjadi sebuah momentum bersejarah bagi semua ummat Islam. Hal itu disampaikan dalam kajian ramadhan PWM Aceh kemarin (13/7).

Hal ini juga sinergi dengan yang dianjurkan oleh Pemerintah Daerah Aceh, program mengaji (beut) Al-Qur’an ba’da Maghrib. Ini merupakan korelasi antara ibadah shaum pada satu sisi dengan berbagai ibadah utama di bulan Ramadhan.

Selanjutnya Ustadz Ilham Banurea, anggota Majelis Tabligh PWM Aceh menyatakan Satu hal yang lebih serius dengan permasalahan yang berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an adalah terjadinya “krisis Imam”, hal ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Berkaitan dengan momentum Ramadhan adalah adanya suatu kegiatan “tahsim” untuk imam, atau calon imam-imam.

Ilham menambahkan, bahwa untuk menjadi imam diperhatikan “bibit” potensial,dan tidak sembarangan. Dalam hal ini menjadi imam sebuah tuntutan yang didukung oleh kemampuan secara baik terbentuk secara “sunnatullah”, alami dan bisa saja imam secara “otodidak”, mungkin selama ini tidak diorganisir. Jika diorganisir secara baik dengan melaksanakan “training” imam mungkin akan menghasilkan imam yang baik serta berkualitas.

Selanjutnya Muthorrir menambahkan terkait dengan krisis kader imam itu merupakan suatu realitas, ini sebaiknya dalam bentuk kegiatan yang terorganisir khususnya dalam organisasi Muhammadiyah, semestinya wacana ini harus dikembangkan dalam musyawarah, kemudian ditetapkan dalam sebuah kebijakan persyarikan, tentang bentuk konsep, langkah serta tehnis pembinaan, siapa saja serta persyaratannya, sekurang-kuranya untuk keperluan Masjid Taqwa Muhammadiyah. (fiqar/al/dzar)

Shared:
Shared:
1