Din Syamsuddin: Ibadah Bukanlah Tujuan Akhir

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 12 Juli 2013 16:47 WIB

 Bantul- Ibadah yang selalu kita lakukan hendaknya bukan menjadi tujuan akhir. Ibadah adalah sebuah proses yang dinamis yang pada akhirnya akan menjadikan bagaimana seorang menjadi hamba yang mempunyai akhlaq yang baik.

Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin pada Pengajian Ramadhan 1434 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung AR Fakhruddin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Kamis (11/07/2013). “Tidak seharusnya ketika puasa selesai, maka hanya selesai, atau setelah menunaikan ibadah haji hanya sekedar selesai, kita sering terjebak pada ibadah tanpa mengambil esensinya,” jelasnya. Menurut Din Syamsuddin, dalam proses ibadah yang dilaksanakan, perlu ada transformasi yang harus dilakukan oleh orang tersebut untuk mencapai kedekatan dengan Tuhannya. “Banyak orang yang hampir setiap bulan melakukan umroh, ternyata tetap melakukan korupsi, yang sama halnya dengan manusia yang terus beribadah tetapi maksiat juga tidak pernah putus,” ungkapnya. Lebih lanjut menurut Din Syamsuddin, penghayatan terhadap esensi ibadah, akan membuat manusia baik, tetapi selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dan akan memberikan dampak sosial di sekitarnya.

Sementara itu menurut mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Amin Abdullah dalam pemaparannya mengatakan, untuk mencapai derajat Ihsan, seorang manusia harus mampu melampaui pandangan subjektifnya yang penuh dengan doktrin normatif, menjadi sebuah pandangan intersubjectif yang dapat diterima seluruh kalangan dan bersifat universal. Sifat Ihsan tersebut menurut Amin yang juga mantan ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini, akan membawa seseorang untuk juga bertanggungjawab terhadap segala ibadahnya, karena penghayatan di dalamnya menjadi lebih jauh dan  terukur. (mac)

Shared:
Shared:
1