Jelang Ramadhan IPM Banten Gelar Taruna Melati 2

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 10 Juli 2013 23:59 WIB

Serang –Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Banten baru saja menggelar Pelatihan Kader Taruna Melati II Gabungan PD IPM Se-Banten, pada (1-5/7/ 2013). Sebanyak 13 orang peserta dari perwakilan PD IPM se-Banten antusias dan khusyu mengikuti pelatihan yang berpusat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banten ini.

Muhammad Hanif Pasha selaku Ketua Bidang Perkaderan PW IPM Banten berharap alumni TM II Gabungan ini menjadi motor penggerak pengawal perkaderan di daerahnya masing-masing. Ungkapnya juga alasan bidang perkaderan mengadakan TM II Gabungan dikarenakan di beberapa daerah belum banyak kader yang sudah mengikuti PKTM II.

Para peserta mengungkapkan sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan  yang bertema “Membentuk Karakter Kader Saleh, Kritis dan Profesional untuk Banten yang Progresif” ini, meskipun secara kuantitas peserta tidak terlalu banyak, tapi materi yang mereka dapatkan terasa maksimal, karena selain materi pokok yang tersampaikan dengan baik, materi pengetahuan umum yang bernuansa kedaerahan yaitu kunjungan ke Banten lama, games tim buliding, outbond hingga ice breaking dirancang sedemikian rupa sehingga menantang daya kreatifitas dan kecerdasan peserta.

Tri Aryadi, Ketua Umum PW IPM Banten dalam penutupan PKTM II mengungkapkan bahwa segala proses selama pelatihan akan sia-sia jika para peserta tidak menjalankan RKTL nya dengan baik, untuk itu dia berharap meskipun tantangan ke depan makin sulit, para alumni bisa konsisten dan juga saling membantu dan berbagi sesama alumni angkatan yang akhirnya dinamai dengan Bisul 13 yang diketuai oleh Hidayat Sidik.

Nama Bisul 13 tak lain lahir dari daya kreatifitas peserta. Bisul adalah singkatan dari BIsa Serius dan UngguL. Ketigabelas alumni sepakat dengan nama unik itu, karena selain diharapkan bisa selalu mengingatkan dengan tangungjawab mereka, sekaligus ingat dengan suasana lucu pelatihan, sehingga mereka bisa melaksanakannya dengan senang dan tanpa paksaan. Nama itu terinspirasi karena saat pelatihan ada salah satu peserta dan fasilitator yang terserang sakit bisul. (Sonhu Sun)

Shared:
Shared:
1