Muhammadiyah Minta Pemerintah Berikan Kebebasan Jalankan Ibadah Puasa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 09 Juli 2013 05:18 WIB

Yogyakarta-Kepada pemerintah dan semua pihak diminta untuk memberikan kebebasan tanpa halangan apapun kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam lainnya memulai menjalankan ibadah puasa pada tanggal yang telah ditetapkan, sebagaimana dijamin Undang Undang Dasar 1945

 

Demikian salah satu isi pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Menyambut Ibadah Ramadhan yang diterima redaksi website Muhammadiyah, sore ini, Senin (08/07/2013). Dalam pernyataan resmi PP Muhammadiyah tersebut yang ditandatangani oleh Haedar Nashir sebagai ketua PP Muhammadiyah dan sekretaris umum PP Muhammamdiyah Agung Danarto, mengungkapkan bahwa Muhammadiyah sepenuhnya yakin akan jaminan yang wajib diberikan negara kepada warga negara baik individu maupun kolektif bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, serta setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

 

Mengenai pemaknaan Pemerintah sebagai Ulil Amri, dalam pernyataan tersebut Muhammadiyah meminta, agar dapat diletakkan secara proporsional dan hati-hati, serta tidak dijadikan alat untuk mengekang, mengintimidasi, dan mendiskriminasikan warga negara yang ingin menjalankan ibadat sesuai dengan keyakinannya sebagaimana dijamin oleh ajaran agama dan konstitusi.(mac)

 

Lebih lengkap mengenai isi Pernyataan PP Muhammadiyah, berikut download Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 11/PER/I.0/A/2013 Tentang Menyambut Ibadah Ramadhan 1434 Hijriyah

Shared:
Shared:
1