UMJ Kampanyekan Anti Narkoba

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 27 Juni 2013 15:08 WIB

Jakarta - Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perilaku remaja termasuk mahasiswa terkait seks pranikah, NAPZA, HIV dan AIDS akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Pertengahan Juni lalu, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)membentuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK–UMJ)yang dapat memberikan arahan, bimbingan serta informasi kepada para mahasiswa.

Baru-baru ini PIK-UMJ menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka mensosialisasikan bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba. Senin-Selasa (8-9/4) lalu, berturut-turut PIK-UMJ menyelenggarakan seminar edukasi tentang pernikahan dini dan aksi donor darahdi kampus UMJ. Seminar tersebut menghadirkan pembicara pakar antara lain: Drg. Ellen H, M.Si., Kepala Bidang Keluarga Berencana Kota Tangerang Selatan, dan Wakil Rektor IV UMJ, Rohimi Zamzam, Psi., SH., M.Pd yang juga sebagai psikolog yang menyoroti aspek psikologis pada pasangan pernikahan dini.

Selasa (7/5), PIK-UMJ bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN-RI)menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema Pemberdayaan Peran serta Masyarakat di Lingkungan Kampus dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Jabotabek.

Ir. Sri Nurhayati, M.Si., perwakilan BNN, menyampaikan beberapa materi tentang bahaya narkoba. Menurutnya, narkoba ada disebabkan karena 3 faktor,yakni ketersediaan, individu dan lingkungan. Saat ini, lanjutnya, jumlah penyalahgunaan narkoba mencapai 4 juta orang dan 15 ribu orang pertahun meninggal dunia karena penyalahgunaan narkoba.

Pada kesempatan itu Rektor UMJ,Prof. Dr. Masyitoh mengatakan bahwa UMJ sangat concernterhadap kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Setiap penerimaan mahasiswa baru ada tes kesehatan yang termasuk tes narkoba. Hal ini untuk memastikan bahwa calon mahasiswa UMJ bersihdari pengaruh narkoba,” terangnya. Mengenai kegiatan yang diselenggarakan PIK-UMJ,rektor UMJ mengungkapkan kesiapannya untuk mengawal.“Kami berharap para mahasiswa UMJ bersihdari narkoba dan dapat fokus belajar,” ujarnya lagi. Rektor memberi pesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak terjerat dalam perangkap narkobayang akan merusak masa depan.

Sementara itu, Wakil Rektor UMJ bidang Kemahasiswaan, Sularno menyampaikan bahwa UMJ tidak akan melindung jika ada mahasiswanya di kemudian hari yang terbukti menyalahgunakan narkoba. “Tindak kejahatan narkoba tidak dapat diberantas hanya dengan pendekatan represif, atau penegakan hukum saja, namun juga harus dilawan dengan cara preventif agar peminat atau pembeli narkoba makin berkurang. Untuk itu, UMJ selalu sejalan dengan program pemerintah untuk mendukung pemberantasan narkoba yang merupakan bahaya laten bangsa saat ini”, kata Sularno tegas.

Shared:
Shared:
1