Perusahaan Kroasia Gandeng UMM Kembangkan Biodiesel

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 23 Juni 2013 20:30 WIB

Malang- Perusahaan Kroasia, BIOM d.o.o, tertarik menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam pengembangan energi alternatif biodiesel. Dalam waktu satu setengah hingga dua tahun ke depan, perusahaan yang bergerak di bidang energi itu segera ingin memperoleh pasokan bahan biodiesel berupa biji jarak pagar (fatropha curtas) yang dikembangkan di Indonesia. Untuk kepentingan itu, Kroasia menggandeng UMM karena dinilai telah berhasil mengembangkan energi alternatif itu sejak 2010.

Kerjasama UMM-Kroasia ini dipastikan saat rektor UMM, Muhadjir Effendy, berkunjung ke Eropa pekan lalu bersama-sama para rektor anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). Menandai awal kerjasama ini rektor bersama Presiden Manajemen Pusat BIOM, Robert Kovac, menanda tangani letter of intent (LoI) di Zagreb, Rabu (12/6). Prosesi penandatanganan disaksikan Dubes RI untuk Kroasia Agus Sardjana, DPP Kadin George Iwan Marantika, wakil ketua Aptisi Prof Dr Laode M. Kamaluddin, serta beberapa rektor anggota Aptisi.

Direktur BIOM, Davor Franic, memberi apresiasi sangat tinggi atas kerjasama ini. Dia berharap segera bisa merealisasikan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan energi alternatif. Pihaknya ingin segera memastikan hasil penelitian UMM mengenai tanaman jarak. “Kami sangat berharap bisa bertemu di laboratorium UMM, sebuah temuan ahli yang diperlukan untuk membangun perkebunan tanaman jarak di Indonesia,” kata Davor melalui email yang dikirim kepada Muhadjir.  

Dalam LoI yang ditandatangani dinyatakan BIOM sedang membangun biodiesel berkapasitas 100.000 ton per tahun di dekat pelabuhan Ploce. Perusahaan ini membutuhkan 20.000 hektar lahan untuk mengembangkan tanaman jarak pagar dan meminta UMM memilihkan kualitas tanaman tersebut sehingga biaya produksi bisa ditekan tidak lebih dari 40,00 US Dollar per barel.

Muhadjir mengatakan pengembangan energi alternatif sudah dilakukan UMM dalam sepuluh tahun terakhir. Budidaya tanaman jarak pagar merupakan yang terbaru dikembangkan UMM. Tak hanya Kroasia, pengembangan tanaman ini juga berhasil menarik minat investor dari berbagai negara, seperti Korea Selatan dan Jepang. “Saat ini, tim dari DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, red) UMM sedang melakukan pembibitan di area lahan seluas 1,5 hektar di Pasuruan dan Kalipare Kabupaten Malang,” terangnya.

Sebelumnya, energi alternatif yang sudah diaplikasikan UMM adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), biogas, solar cell, serta pengolahan sampah kota menjadi gas metan. “Bagi UMM mengembangkan energi alternatif bukan hanya untuk skala laboratorium tetapi harus aplikatif dan memberi inspirasi bagi masyarakat,” tegas Muhadjir.   

Melalui kerjasama dengan Kroasia, Muhadjir berharap Indonesia segera memiliki kebun jarak pagar berskala besar. Selain itu, pengembangan untuk pemenuhan kebutuhan energi yang semakin mahal di negeri ini juga diharapkan segera digarap secara serius. (@sty, umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1