Hizbul Wathan Siap Masuk Perguruan Tinggi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 20 Juni 2013 21:26 WIB

 Yogyakarta - Sesuai dengan amanah putusan Muktamar 2010 di Yogyakarta, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan akan memulai memasuki arena Perguruan tinggi, hal tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan gerak langkah kepanduan yang dimiliki muhammadiyah dan didirikan oleh KH Ahmad Dahlan sejak tahun 1918 Masehi atau 1336 Hijriyah.

Hal tesebut disampaikan Muchlis panitia Refleksi Kebangkitan Kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 1420-1434 yang diselenggarakan di aula kantor Pimpinan pusat Muhammadiyah Jl. KHA Dahlan No.103, Yogyakarta, Rabu (19/06/2013). Menurut muchlis yang juga bagian dari Kwartir pusat HW mengatakan, sejak Hizbul Wathan dibangkitkan kembali setelah pernah ditenggelamkan di masa orde baru kurang lebih 13 tahun yang lalu, HW telah melakukan beberapa transformasi untuk kembali eksis dalam gerakan kepanduan ini. Diantara langkah yang teah dan akan ditempuh HW untuk merevitalisasi gerakan kepanduan adalah memperbanyak pelatih – pelatih Qobilah, serta pembumian kembali geraka kepanduan di setiap levelnya, termasuk yang terbaru adalah di Perguruan Tinggi. “Kegiatan di Qobilah merupakan inti gerakan Kepanduan HW, dengan memperbanyak pelatih dan lebih menghidupkan HW di setiap levelnya akan menambah eksistensi gerakan yang pernah dipimpin Jenderal Sudirman,” ungkapnya. Pelatihan Drum-band dan kegiatan alam termasuk di dalamnya melatih menjinakkan ular adalah beberapa kegiatan yang menurut Muchils akan digalakkan ditingkatan bawah.

Sementara itu menurut ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais dalam amanatnya pada acara tersebut menyampaikan pentingnya gerakan kepanduan HW sebagai wadah pembinaan kader-kader terbaik Muhammadiyah di setiap levelnya. Selain itu Dahlan Rais juga mengingatkan agar moment kebangkitan HW yang telah lama mengalami pemberangusan oleh orde baru, tidak saja sebagai ajang nostalgia, tetapi mampu mewujudkan secara sungguh-sungguh gerakan kepanduan yang mengakar mulai dari Bustanul Athfal hingga level perguruan tinggi. 

Shared:
Shared:
1