Selusuri Sungai, MPM Berikan Pengetahuan Pertanian Pada Masyarakat Kokoda, Sorong

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 20 Juni 2013 00:19 WIB

Sorong- Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah setelah melalui perjalanan cukup panjang, baik udara, darat maupun air, akhirnya dapat bertemu dengan masyarakat dan para petani kokoda Kabupaten Sorong, Propinsi Papua barat. Dalam kehadirannya, MPM diundang untuk memberikan pembekalan materi mengenai pertaian yang sampai saat ini merupakan mata pencaharian utama penduduk Kokoda. Materi yang dierikan oleh MPM antara lain, pertanian terpadu dengan basis pemanfaatan sumberdaya yang ada di sekitar, teknologi pertanian, perikanan, dan peternakan, hingga pengolahan hasil produksi dan pemasarannya.

 

Hadir dalam pemberian materi bagi para petani tersebut adalah ketua MPM PP Muhammadiyah Said Tuhuleley, wakil ketua MPM Nurul Yamin, Ahmad Ma’ruf, sekretaris MPM Bachtiar Dwi Kurniawan, konsultan ahli MPM Bidang Pertanian Syafii Latuconsina, serta ketua MPM Sulawesi Selatan Husni Yunus yang tepat beradi di pemukiman Muslim, Kokoda, Sorong, Papua Barat Senin (18/06/2013). Ketua MPM PP Muhammadiyah Said Tuhuleley mengatakan, untuk program pemberdayaan Masyarakat MPM Muhammadiyah di akhir periode ini, akan mengkonsentrasikan di Wilayah Timur seperti Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur dan Barat, hal tersebut di mungkinkan karena luas tanah pertanian dan laut yang begitu luas, namun selama ini tidak terkelola secara baik. “Seperti di desa kokoda, para petani muslim papua sebenarnya dapat menjadi kaya dengan hasil pertaniannya, tetapi karena mereka tidak memiliki pengetahuan secara baik tentang pengelolaan budi daya pertanian, peternakan dan perikanan, akhirnya mereka hanya menonton karena tidak memiliki kemampuan secara professional,” jelasnya. Untuk itu dalam waktu yang singkat MPM PP Muhammadiyah menurut Said, akan kembali menurunkan tim Fasilitator dan ahli pertanian organik, untuk melakukan pembinaan dan pendampingan langsung terhadap para petanian penduduk asli papua dengan pendekatan dakwah kultural. “Petani Papua sangat senang dengan metode (dakwah pertanian) ini, karena mereka dapat menjadi cerdas bertani, beternak dan menjadi nelayan yang profesional dan program ini terbukti lebih mampu membangunan ekonomi kerakyatan secara nyata dan riil,” tegasnya.

 

 


Sementara itu, Husni Yunus Ketua MPM Muhammadiyah Sulsel, rencannya akan memberikan dukungan  program MPM PP Muhammadiyah pada bidang tersebut  bahkan akan bersedia menurunkan 60 orang  tim Mubaligh Hijrah dan Mahasiswa pendidikan Ulama Tarjih UM Makassar untuk memberikan dakwah berbasis pertanian pada bulan ramadhan ini.

Shared:
Shared:
1