Dimensi Psikologis, Aspek Penting Dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 19 Juni 2013 00:34 WIB

Bantul- Dimensi psikologis menjadi bagian penting yang perlu dikembangkan dalam metode pembelajaran Bahasa Arab. Dimensi psikologis yang meliputi persepsi, intelegensi, motivasi, maupun prestasi siswa atau mahasiswa dapat dijadikan sarana untuk membuat pembelajaran bahasa Arab yang menyenangkan. Dengan demikian, orang tidak lagi beranggapan bahwa bahasa Arab itu tidak sulit untuk dipelajari.

Demikian hasil disertasi doktor yang telah berhasil dipertahankan oleh Mujiono, dalam sidang terbuka Promosi Doktor Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sidang promosi doktor atas disertasi yang berjudul "Dimensi Psikologis Pembelajaran Bahasa Arab Modern di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Studi Etnografi" ini bertempat di ruang sidang AR. Fakhruddin A lantai 5 Kampus Terpadu UMY, Selasa (18/6).

Selain itu, menurut Mujiono, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menjadikan pembelajaran bahasa Arab mudah untuk dipelajari. Diantaranya, adanya kebijakan pimpinan universitas atau sekolah yang menguntungkan dan mendukung program pembelajaran bahasa Arab itu, proses pembelajaran dilaksanakan secara integrasi dalam Program Khusus Pemgembangan Bahasa Arab (PKPBA).

"Tersedianya sumber daya manusia (dosen/guru) yang baik, teknik pembelajarannya menyenangkan, menggunakan metode pembelajaran modern (Al-'Arabiyah Baina Yadaika), kelas mobile tidak hanya terpaku pada pembelajaran di ruang kelas saja, tapi juga bisa di luar kelas. Kemudian adanya sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap, waktu belajar yang lebih misalkan pembelajaran dilakukan setiap 45 menit selama 100 kali pertemuan, dan adanya lingkungan kebahasaan yang positif dan kondusif," papar Mujiono.

Namun menurutnya, adanya perkembangan globalisasi yang begitu cepat juga menjadi kendala dalam mewujudkan pembelajaran Bahasa Arab yang menyenangkan tersebut. Hal ini karena semakin mendunianya bahasa Inggris. "Saat ini  perkembangan kosa kata yang diserap bahasa Arab dari bahasa Inggris tidak kurang dari 50 kata per hari. Pendek kata, kosa kata asing yang masuk ke dalam bahasa Arab tidak dapat dibendung. Perubahan kata asing tersebut hanya berubah tulisan saja, tidak pada suara dan pengucapannya, misalnya:  laptop, mouse, keybord, mobile, oke,  madam, bravo, match, kapten, influensa, facebook, dan lain sebagainya,"  jelasnya.

Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Surabaya ini juga menjelaskan bahwa paradigma masyarakat Indonesia juga berpengaruh pada metode pembelajaran bahasa Arab. Kebanyakan orang masih beranggapan bahwa belajar bahasa Arab itu sulit dan membutuhkan waktu lama. "Ada kesan bahwa untuk bisa bahasa Arab harus mengusai ilmu Sharaf atau menghafal kaidah ilmu Nahwu dulu, yang juga digambarkan sangat sulit untuk bisa dikuasai dalam waktu singkat."

Untuk itulah, persepsi atau paradigma masyarakat tentang bahasa Arab ini harus diubah. "Misalkan saja seperti yang telah saya teliti di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, persepsi mahasiswa yang mengatakan bahwa bahasa Arab itu sulit dipelajari, berubah setelah mengikuti kuliah PKPBA. Jadi, kalau persepsinya tentang bahasa Arab sudah berubah dan menyatakan bahwa bahasa Arab itu mudah dipelajari, maka ke depannya bahasa Arab juga akan mudah dipelajari dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh orang banyak, sepeti bahasa Inggris," tuturnya.

Mudir STAI Moh. Natsir Surabaya ini juga menambahkan, proses perubahan persepsi itu juga akan terbentuk melalui kerjasama banyak pihak. "Selain dari dirinya sendiri, persepsi ini bisa berubah juga karena latar belakang pekerjaan dan pendidikan orang tuanya, teman bergaul, dan latar belakang pendidikannya," pungkasnya.

Adapun sidang promosi doktor kali ini dipimpin oleh Dr. Imamuddin Yuliadi, SE sekretaris Dr. M. Nurul Yamin, M.Si, dan anggota-anggota pengujinya terdiri dari Prof. Dr. H. Taufiq A. Dardiri, S.U, Drs. H. Subandi, M.A. Ph.D, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A., Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A., Prof. Dr. H. Ahmadi, M.A., dan Dr. Tasman Hamami, M.A. Sementara itu, Mujiono dinyatakan menjadi Doktor ke-9 yang diluluskan UMY dengan IPK 3,71 dengan predikat sangat memuaskan

Shared:
Shared:
1